Heboh Pisang Aneh, Tongka Langit, Buah Tersehat Indonesia, Ini Keistimewaannya

Buah Pisang Tongka Langit, sambungnya, berukuran besar. Panjangnya sekira 20-30cm dengan diameter 5-10 cm.

Editor: Tariden Turnip
KETUT WIKANTIKA
Pisang Tongka Langit hanya tumbuh di kawasan Maluku dan Papua, ditemukan di kaki Gunung Galunggung, Jawa Barat. Masyarakat setempat menyebutnya Pisang Ranggap. 

Menurutnya, jawaban atas misteri itu sedang coba dipecahkan oleh ilmuwan etnobotani.

Selagi kajian dilakukan, peneliti lainnya berfokus pada kandungan betakaroten pada Pisang Tongka Langit.

Fenny Martha Dwivany, pakar Biologi Molekuler Tanaman dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB, mengatakan tingginya betakaroten pada Pisang Tongka Langit membuat tanaman itu berpotensi dijadikan sumber pangan alternatif.

pisang tongka langit

Pisang Tongka Langit cukup tinggi dan buahnya menengadah ke langit sehingga dinamai Tongka Langit/KETUT WIKANTIKA.

Namun, sebelum sampai pembudidayaan, pengumpulan data molekuler Pisang Tongka Langit mesti dilakukan. Salah satu manfaatnya adalah untuk memastikan pisang Tongka Langit bisa bertahan dari serangan hama dan penyakit.

"Kita bisa mengetahui, pisang mana sih yang tahan penyakit? Dari data itu, kita akan pilih pisang-pisang yang potensial untuk bisa dibudidayakan. Ke depannya mungkin pisang yang tahan penyakit bisa disilangkan dengan pisang yang betakarotennya tinggi seperti Pisang Tongka Langit," papar Fenny.

Data molekuler, imbuhnya, juga berguna untuk melihat reaksi buah pisang pada tubuh manusia. Contohnya, apa efek bagi seorang pengidap diabetes jika dia mengonsumsi pisang jenis tertentu.

"Dari pola ekspresi gen secara global, kita bisa tahu profil gen apa yang terpengaruh dan tidak. Kita nanti bisa menyimpulkan pisang mana yang tepat untuk individu tertentu," ujarnya.

Pemetaan Pisang Tongka Langit
Sementara itu, di ranah pemetaan dan penginderaan jauh, Ketut Wikantika dan timnya berupaya memperoleh beragam data mulai dari sebaran pisang Tongka Langit di Gunung Galunggung hingga seberapa banyak tanaman pisang yang terkena penyakit.

Dengan menggunakan metode pengenalan pola pada pesawat nirawak (drone), Ketut bisa mendapat pencitraan tiga dimensi terhadap pohon pisang atau lahan yang ditelaah. Pola yang diamati, misalnya, pohon pisang dengan tandan yang menghadap ke atas adalah pohon Pisang Tongka Langit.

pisang tongka langit

Tekstur buah Pisang Tongka Langit lembut seperti mentega, kata Ketut Wikantika dari ITB/KETUT WIKANTIKA.

Metode lainnya adalah dengan membaca spektra cahaya Matahari yang dipantulkan oleh tanaman pisang. Jika digabung dengan pengetahuan biologis mengenai pisang, maka spektra dapat dilabeli.

Misal, spektra yang dipantulkan oleh pohon pisang yang sakit tidak secerah spektra yang dipantulkan oleh pohon pisang yang sehat. Hal ini dapat menjadi panduan dalam pengukuran berikutnya, sehingga pertumbuhan serta kondisi fisik pada pohon pisang dapat terus dipantau.

Beragam metode ini menjadi sangat relevan karena dalam ekspedisi September 2017 lalu, Ketut menemukan satu rumpun pisang Tongka Langit yang menunjukkan gejala penyakit virus BBTV.

Hal ini tentunya mengancam keberadaan pisang tersebut di wilayah Galunggung.

Sumber: bbc
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved