Menghindari Kisruh Pilkada, Berikut Resep khas Pastor Yosafat Ivo Sinaga

Bonum Commune terwujud dalam beberapa cara, pertama menjaga relasi persaudaraan di antara yang berbeda

Editor: Salomo Tarigan
Pastor Yosafat Ivo OFMcap (kanan) (IST) 

Laporan Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby

 TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Menjelang pemilihan kepala daerah, Sumatera Utara banyak menjadi sorotan berbagai pihak. Pasalnya pada daerah tersebut, terdapat elemen masyarakat yang beragam.

Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Medan (FKUB), Pastor Yosafat Ivo OFMcap menjelaskan, ada berbagai resep agar Sumut tidak rusuh menjelang pilkada.

 "Tahun 2018 adalah tahun politik.171 daerah akan mengadakan perhelatan ini yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018. Keterlibatan dalam pilkada ini adalah panggilan dan juga sekaligus ujian bagi Indonesia," ujarnya kepada tribun-medan.com, Kamis (1/1/2018).

 Yosafat menerangkan, seluruh rakyat diimbau ikut menyalurkan aspirasinya sebagai wujud rasa cinta akan bangsa dan juga dukungan kepada pemerintah dalam melaksakan program.

 "Kita harus tetap mengutamakan tujuan utama yakni persaudaraan dan kesatuan, perdamaian dan ketenteraman," tambahnya.

Baca: Lawan Persebaya Surabaya, PSMS Medan Terancam tanpa Roby dan Frets Butuan

Baca: SKANDAL Suap Pejabat Sumut, Mantan Sekretaris DPRD Ngaku Ditanyai Itu-itu Saja oleh KPK

 Bagi Yosafat, menjaga keutuhan negara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, walau berbeda tetap satu, adalah hal yang tak bisa ditawar lagi.

Ia menjelaskan, dalam menyalurkan aspirasi, masyarakat sebaiknya mengedepankan prinsip Bonum Commune yakni demi kebaikan bersama.

Bonum Commune terwujud dalam beberapa cara, pertama menjaga relasi persaudaraan di antara yang berbeda. Atau dengan kata lain, hidup yang damai dan tenteram.

"Kita jangan mau terkotak-kotak oleh imbasan politik. Pilihan kita boleh beda tetapi kita harus melihat bahwa kita adalah warga Negara Indonesia, kita mendukung Pancasila dan UUD 1945 sebagai wadah pemersatu bangsa," ungkapnya.

Untuk mewujudkan prinsip Bonum Commune menurut Yosafat, dengan sikap menolak cara-cara negatif dalam berpolitik yakni memakai sentimen agama untuk mencapai hasrat politik sesaat.

 "Maka saya sebagai rohaniwan Katolik menentang keras para elite politik memperalat agama untuk tujuan dan ambisi pribadi," tambahnya.

Tak hanya itu, ia berharap agar para rohaniwan dan tokoh agama harus kritis dan jeli melihat cara tipu muslihat dari para calon yang bisa memanfaatkan para rohaniawan sebagai corong dalam politik.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved