News Video
Jelang Pilgub Sumut, Ijeck Imbau Warga Jangan Mudah Terhasut Isu SARA
"Kita juga tidak berharap Pilkada jadi ajang pengkotak-kotakkan atau pemecah belah"
Penulis: M.Andimaz Kahfi | Editor: Salomo Tarigan
Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jelang Pilkada Sumatera Utara 2018, Bakal calon wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajeckshah yang berpasangan dengan mantan Pangkostrad, Eddy Rahmayadi, mengimbau agar masyarakat tidak mudah terhasut isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).
Ditemui saat mengunjungi studio Kompas TV, Ijeck mengatakan naiknya isu SARA jelang Pilgub Sumut, dinilainya sebagai suatu hal yang wajar.
"Bagi kami Eddy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (ERAMAS), isu SARA bukanlah menjadi jargon untuk menaikkan elektabilitas. Kami mau membangun Sumut dengan visi misi yang baik. Dengan Jargon Sumut Bermartabat," kata Ijeck di Studio KompasTv, Jumat (2/2/2018).
"Kita juga tidak berharap Pilkada jadi ajang pengkotak-kotakkan atau pemecah belah. Tapi disini kita berharap masyarakt dengan Pilkada, semakin bisa pintar memilih calon pemimpin yang diharapkan bisa membawa Sumut lebih baik,“ tambahnya.
Lebih lanjut, Ijeck menjelaskan bahwa bila ada dari tim pemenangan ERAMAS, yang menghembuskan isu SARA ke masyarakat luas, Ijeck akan langsung menindak tegas oknum tersebut.
Baca: Stok Serum Anti Difteri RSUP Adam Malik Kosong, Humas Bilang Tanya Dinkes
Baca: Siswa SMA yang Hanyut di Air Terjun Lae Patuak Ditemukan, Korban Sempat Foto-foto Sebelum Nahas
“Kalau itu memang benar seandainya pelakunya dari tim pemenangan, pasti akan langsung kita keluarkan,“ ucap Ijeck.
“Karena bukan hal itu yang menjadi tujuan utama. Kita juga tidak memerintahkan melajukan hal seperti itu. Pasti akan ada tindakan tegas dari kami,“ katanya.
Lebih lanjut, Ijeck menuturkan bahwa ERAMAS sudah membentuk tim legal, yang bertugas mengawasi tim pemenangan internal dan eksternal.
Perlu diketahui, pasangan Eddy Rahmayadi-Musa Rajeckshah (ERAMAS), memperoleh 60 kursi diantaranya dari Partai Golkar (17), Gerindra (13), PKS (9), PAN (6), dan NasDem (5) dan Hanura (10), dengan jumlah total mencapai 60 kursi.(cr9/tribun-medan.com).