Korut Mendadak Pamer Militer Sehari Jelang Olimpiade di Korsel, Tunjukkan Rudal Baru?

Korea Utara mberkilah bahwa tidak ada yang berhak mempermasalahkan urusan ini

Editor: Tariden Turnip
KCNA/EPA
Rombongan seni dari Korea Utara bertolak dari Wonsan ke Korea Selatan dengan menggunakan kapal pesiar Mangyongbong-92. Korut mengirimkan delegasi beranggotakan 280 orang, termasuk tim pemandu sorak. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Sehari menjelang pembukaan Olympiade Musim Dingin di Korea Selatan, Kamis (8/2/2018), Korea Utara menggelar parade militer tahunan yang seharusnya dilangsungkan bulan April mendatang.

Padahal Olimpiade Musim Dingin akan berlangsung mulai besok, Jumat (9/2/2018)  sampai Minggu (25/2/2018) di Pyeongchang, Korea Selatan, di mana Korea Utara ikut.

Bahkan kedua Korea juga membentuk satu tim gabungan hockey putri. 

Parade tahunan tersebut, yang memperingati pembentukan angkatan bersenjata Korea Utara, sejak 40 tahun ke belakang selalu diadakan pada bulan April.

Akan tetapi, media pemerintah mengumumkan pada awal tahun ini bahwa waktu acara diubah menjadi tanggal 8 Februari.

Korea Utara menampik kritik terhadap rencana itu, dan berkilah bahwa tidak ada yang berhak mempermasalahkan urusan ini.

"Adalah suatu kebiasaan dan hal yang wajar bila negara manapun di dunia menyikapi pembentukan militernya dengan sangat serius dan merayakannya dengan acara besar-besaran," tulis surat kabar milik Partai Pekerja yang berkuasa, Rodong Sinmun.

Amerika Serikat menyerukan agar parade tersebut tidak dilaksanakan, dan mengatakan bahwa Korea Utara seharusnya fokus pada Olimpiade.

Parade militer

Pyongyang memang biasa mengadakan parade militer massal/GETTY IMAGES.

Pengamat memperkirakan Korea Utara akan memamerkan rudal jarak jauhnya.

Beberapa pejabat pemerintahan Korea Selatan mengatakan sekitar 13.000 pasukan dan 200 peralatan militer telah terlihat di dekat bandara Pyongyang, dalam apa yang tampak seperti gladi resik.

Mengirim isyarat
Perayaan tahun ini akan menandai ulang tahun ke-70 Tentara Rakyat Korea.

Pasukan militer Korea Utara itu memang didirikan pada 8 Februari 1948, namun Pyongyang selalu menyelenggarakan perayaan militer menandainya pada 25 April.

Menurut Profesor Robert Kelly dari Universitas Busan, keputusan Pyongyang untuk menggelar parade militer lebih awal didorong motif politik.

"Acaranya akan besar-besaran, dan diadakan sehari sebelum Olimpiade – itu mengirim semacam isyarat," ujarnya.

Sumber: bbc
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved