Anry Tulus, Korban Drop Out Kampus USU Masih Berjuang Mencari Keadilan
"Saya tidak punya pengacara atau kuasa hukum dalam kasus saya ini, karena saya tidak punya apa-apa dan orangtua saya
Laporan wartawan Tribun Medan, Frengki Marbun
TRIBUN-MEDAN,COM MEDAN - Masih ingatkah anda tentang Anry Tulus Sianturi yang memenangkan gugatan DO di PTUN Medan?
Kasus ini berawal dari tuduhan Kampus Univeritas Sumatera Utara yang menuduh ia belum membayar uang kuliah selama dua semester dan tidak mengisi KRS selama lima semester.
Kasus ini juga telah ditingkatkan ke Mahkamah Agung.
Anry Tulus Sianturi (25) adalah mahasiswa yang menang gugatan di PTUN Medan.
Sekarang Ia masih berjuang mencari keadilan dan dengan tanpa kuasa hukum.
"Saya tidak punya pengacara atau kuasa hukum dalam kasus saya ini, karena saya tidak punya apa-apa dan orangtua saya pun hanya bekerja sebagai tukang jahit," ujar Anry.
Baca: Inspiratif! Mahasiswa USU Ini Ternak Lebah Hasilkan Madu Berkualitas, Dipamerkan di Sini
Ia juga menuturkan bahwa telah mengisi KRS selama lima semester dan telah membayar uang kuliah selama dua semester.
"Memang saya belum membayar uang kuliah dua semester terakhir, tetapi saya telah membayar uang kuliah selama dua semester dan mengisi KRS selama 5 semester. Dan bahkan transkrip nilai lima semester tersebut ada sama saya. Makanya saya heran kenapa saya di DO oleh pihak USU," tegas Anry.
Anry adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Orang tuanya hanya bekerja sebagai tukang jahit. Tetapi dengan niatnya tersebut, ia menuturkan akan mencari kebeneran dan keadilan kemanapun.
Baca: Inspiratif! Mahasiswa USU Ini Ternak Lebah Hasilkan Madu Berkualitas, Dipamerkan di Sini
"Saya akan mencari keadilan bahwa saya tidak benar dituduh tidak membayar uang kuliah selama dua semester dan tidak mengisi KRS selama lima semester," ujarnya.
Tidak sampai disitu saja ia juga akan menuju komisi Yodisial untuk mengawasi kasus yang tidak adil ini menurut dia.
"Saya akan ke Jakarta Ke Komisi Yudisial untuk megawasi kasus ini. Jadi saya akan mencari keadilan, karena keadilan/kebenaran itu susah dan mahal," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/anry-tulus-sianturi_20180209_182323.jpg)