China Bangun 7 Pangkalan Militer di Laut China Selatan, Armada Pasifik Amerika Siap Berperang

Meski mengaku siap menghadapi militer China, Harris tetap berharap konflik dengan negeri itu tidak akan pernah terjadi.

Editor: Tariden Turnip
REUTERS/Erik De Castro
Pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat di kapal induk Carl Vinson dalam latihan rutin di Laut China Selatan, 3 Maret 2017. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Panglima Komando Pasifik AS (PACOM) Laksamana Harry Harris di hadapan Kongres menjelaskan rencana AS menghadapi pengaruh China yang semakin kuat di Asia-Pasifik.

Dalam pidatonya, Harris mengedepankan peran Australia, sekutu non-NATO, sebagai pusat kekuatan PACOM di Samudera Pasifik.

"Australia adalah salah satu kunci untuk menjaga ketertiban internasional," ujar pria yang juga bakal menjadi duta besar baru AS untuk Australia itu.

Harris menambahkan, modernisasi dan kemajuan militer China adalah elemen dasar strategi negeri itu untuk menggeser AS sebagai sekutu negara-negara Indo-Pasifik.

"Namun, China juga memiliki ambisi yang lebih global," lanjut Harris.

"Akhirnya, kemampuan untuk menghadapi perang amat penting atau kita hanya akan menjadi macan ompong. Kita akan bekerja sama (dengan China), tetapi tetap siap berkonfrontasi jika diperlukan," Harris menegaskan.

Meski mengaku siap menghadapi militer China, Harris tetap berharap konflik dengan negeri itu tidak akan pernah terjadi.

"Namun, kita semua harus tetap bersiap jika konflik memang harus terjadi," ujar Harris.

Di sisi lain, retorika yang dilemparkan Harris ini mungkin tak akan dengan mudah diterima. Apalagi, Australia menunjukkan minatnya mendekati China.

"Australia memiliki hubungan amat kuat dengan Washington, dan kami juga memiliki teman-teman yang amat baik di Beijing," kata PM Australia Malcolm Turnbull pada Maret tahun lalu.

"Ide bahwa Australia harus memilih antara China atau Amerika Serikat, sama sekali tidak benar," tambah Turnbull.

Foto udara daratan buatan <a href='https://medan.tribunnews.com/tag/china' title='China'>China</a>, Karang Subi di Kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan. AS menyebut Beijing akan membangun tujuh pangkalan militer di jalur laut yang disengketakan.

Foto udara daratan buatan China, Karang Subi di Kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan. AS menyebut Beijing akan membangun tujuh pangkalan militer di jalur laut yang disengketakan.(AFP/TED ALJIBE)

Sebelumnya, Harris memperingatkan semakin berkembangnya kekuatan militer China. Beijing bahkan disebut tengah merencanakan pembangunan tujuh pangkalan militer baru di Laut China Selatan.

"China saat ini tengah berusaha menegaskan kedaulatan de facto mereka di wilayah perairan yang disengketakan."

"Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan membangun basis militer di daratan buatan," katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved