Pilgub Sumut
Jawaban Cerdas Djarot saat Disebut Turun Kelas dari DKI Jakarta ke Sumut
"Bagi saya, mengabdi pada bangsa dan negara tidak ada istilah turun kelas dan mengabdi di mana saja," katanya.
Lapran Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby
TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - "Hidup Djarot, hidup Djoss" teriakan tersebut menggema pada acara Rapat Kerja Cabang Khusus Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Langkat.
Pekik tersebut merupakan sambutan datangnya Djarot Syaiful Hidayat pada agenda partai berlambang banteng itu, Sabtu (17/2/2018).
Dalam sambutannya Djarot bercerita, seorang rekannya mempertanyakan sepak terjangnya jika ditempatkan di Sumut.
"Ada yang mengatakan saya turun kelas dari DKI Jakarta yang memiliki APBD yang Rp 74 triliun itu datang ke Sumut," katanya.
Djarot menjelaskan alasannya yakni ingin membangun Provinsi Sumatera Utara.
Baca: KPU Umumkan PKPI dan PBB Tak Lolos, Berikut 14 Parpol Peserta Pemilu 2019
Baca: PENGUMUMAN KPU: PKPI Tidak Lolos Peserta Pemilu 2019, Seru Tanggapan Hendropriyono
"Bagi saya, mengabdi pada bangsa dan negara tidak ada istilah turun kelas dan mengabdi di mana saja," katanya.
Pada sambutannya itu Djarot mengharap Sumut harus bisa mengejarkan ketertinggalan dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Sumatera Selatan.
Ia juga berkisah pesan Ketum PDIP Megawati Soekarno Putri sebelum pencalonannya.
"Saya dipesan Bu Mega untuk benahi Sumut, bangun Sumut dan menjadikan Sumut motor penggerak ekonomi Sumut," ujarnya.
Ketua DPP PDIP itu juga menekankan bagi para kader PDIP agar bersinergi dengan para relawan saat melakukan gerakan ke bawah.
"Relawan itu kawan kita, sebagai kader PDIP perjuangannya harus lebih hebat," katanya. (cr7/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/djarot_20180217_160228.jpg)