Anak-anak hingga Kakek-Nenek Berbagi Angpau, Ramah Tamah Imlek Libatkan Lima Organisasi
Setelah atraksi barongsai, terlihat umat membungkukkan badan, bahkan sebagian berlutut seperti posisi sungkem.
MEDAN, TRIBUN - Ratusan orang memadati aula Perguruan Buddhis Bodhicitta Medan yang terletak di Jalan Selam, Kota Medan, Minggu (25/2) siang hingga sore. Anak-anak, bayi di bawah lima tahun, remaja, orang dewasa, hingga kakek-nenek, perempuan maupun laki-laki membaur dalam acara Ramah Tamah Imlek 2018.
Berdasarkan pantauan Harian Tribun Medan/online Tribun-Medan.com, ukuran luas sekitar 50 meter x 70 meter tersebut dipadati warga yang umumnya mengenakan busana berwarna merah.
Menurut Ketua Panitia Ramah Tamah Imlek Bersama 2018, Samuel Sunarto, acara perayaan Imlek 2018 dikemas sekaligus ramah tamah yang melibatkan lima organisasi. Kelimanya adalah, Perguruan Buddhis Bodhicitta Medan, Persamuan Bodhicitta Mandala Indonesia (PBMI), Bodhicitta Village, Persamuan Ummat Vihara Metta Jaya dan Persaudaraan Muda Mudi Vihara Metta Jaya.
Persiapan pelaksanaan Imlek Bersama memakan waktu sebulan lebih.
"Acara dihadiri sekitar 500 orang dari masing-masing organisasi, termasuk karyawannya, kalau ada yang ingin hadir. Tidak hanya suku Tionghoa, para pekerja atau karyawan yang ingin ikut juga dibolehkan," ujar Samuel.
Acara Imlek ini diisi hiburan atraksi barongsai. Kegiatannya antara lain, membagi-bagikan angpau. Pada kesempatan pertama, tampak para pemuka umat Buddha berbagi dengan dua biksu, di antaranya Biksu Nyanaprathama Mahasthavira.
Setelah atraksi barongsai, terlihat umat membungkukkan badan, bahkan sebagian berlutut seperti posisi sungkem, memberi hormat kepada biksu yang duduk di kursi, di barisan paling depan, berjarak sekitar tiga meter dari panggung.
Pada kesempatan kedua, puluhan anak-anak didampingi orangtua masing-masing menyerahkan angpau kepada barongsai, di atas panggung.
Selanjutnya, giliran dua biksu membagi-bagikan angpau berikut bingkisan. Saat itu, ratusan umat berbaris mengantre, membentuk barisan berkelok bak badan ular. Dari atas panggung hingga tempat duduk umat, mereka berbaris rapi maju satu per satu untuk menerima berkat dari pemuka agama Buddha.
Angpau berupa bingkisan dalam amplop merah yang biasanya berisikan uang sebagai hadiah merayakan Tahun Baru Imlek. Tahun 2018 diperingati sebagai Tahun Anjing Tanah 2569. Pada pengujung acara, kegiatan diakhiri dengan sesi foto.
Menurut Samuel, angpau sebagai lambang keberuntungan dan kesuksesan masing-masing. Acara perayaan Imlek dilaksanakan setiap tahun. Angpau berisi buah seperti nenas, apel dan jeruk sebagai makanan untuk barongsai. Adapun angpau berisi uang uantuk anak-anak dan umat.
Perayaan Imlek diselenggarakan setiap tahun, namun Imlek 2018 disertai Ramah Tamah baru pertama kali diselenggarakan di aula Perguruan Buddhis Bodhicittai Jalan Selam, Kota Medan.
Terasa Ada Toleransi
Pada hari yang sama, selain di Perguruan Buddhis Boddicita, perayaan Imlek beriisi kegiatan open house Imlek 2018 Keluarga Buddayana Indonesia yang bertempat di Gedung Buddhayana Center Jalan Bambu II Kompleks Graha Niaga, Medan, Minggu (25/2) siang.
Acara didukung Sangha Agung Indonesia (Sagin), Sekber Yabuddhi, Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), Wulan Bahagia, Wanita Buddhis Indonesia (WBI), Sarjana dan Profesional Buddhis Indonesia (Siddhi) dan Pemuda Buddhayana. Acara dihadiri para pemuka agama dan tokoh masyarakat lintas agama dan etnis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ramah-tamah-imlek-2018-di-aditorium-perguruan-buddhis-bodhicitta-medan_20180226_110638.jpg)