Edisi Eksklusif
Daging Oplosan Beredar di Medan, Apa Dampak Kesehatan yang Ditimbulkan?
Inilah fakta mencengangkan, daging beku impor ditemukan beredar dan dijual bebas di pasaran, termasuk pasar-pasar tradisional di Kota Medan.
Peruntukan daging beku hanya diperbolehkan untuk kalangan hotel, restoran dan kafe (horeka).
"Daging impor (beku) itu untuk horeka, tidak boleh ke pasar basah. Masalah kebutuhan, swasembada daging kami tidak bisa pastikan, tetapi kalau swasembada populasi kami pastikan surplus. Impor itu, kan, kebijakan pusat dalam hal ini Bulog. Kami tidak bisa mencampuri soal itu," jelasnya.
Zubir Harahap menyatakan, pihaknya sudah berulang kali melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk membeli daging segar.
"Daging beku itu bukan untuk pasar basah tetapi horeka atau pasar swalayan. Tetapi, kan, tak mungkin kami jagain terus-terusan. Sapi politiknya tinggi sampai ada program khususnya," ujar Zubir.
Soal halal dan higieniitas daging yang ada di pasar tak bisa dipastikan seluruhnya.
Sebab, pihaknya hanya memantau pasar-pasar tradisional besar yang ada di Medan. Selebihnya, itu adalah tugas pemko dan pemkab.
"Jadi begini. Kami hanya turun di pasar-pasar besar melakukan pemeriksaan. Selebihnya itu wewenang pemko dan pemkab. Tetapi kami imbau warga membeli daging yang digantung," ujarnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara Dahler Lubis mengatakan, berdasarkan data, sebenarnya stok daging di Sumut aman hingga akhir 2018.
Namun ia tak membantah, daging-daging yang beredar di sejumlah pasar tradisional belum tentu aman.
"Kalau daging, sapi maupun ayam, sebenarnya tidak pernah bergejolak di Sumut. Stok kami aman. Paling kalau fluktuasi harga, biasanya menjelang hari-hari besar keagamaan," ujarnya saat ditemui Harian Tribun Medan/Tribun-Medan.com di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Medan, beberapa waktu lalu.
Masalahkah Terhadap Kesehatan Manusia?
Apa akibat dari peredaran daging ilegal? Belum ada data pasti. Namun diketahui, penyakit mulut dan kuku (PMK) atau foot and mouth disease (FMD) sering menyerang ternak sapi, dan kerbau.
Penyakit mulut dan kuku adalah penyakit menular pada sapi, kerbau, babi, kambing, rusa ,domba dan hewan berkuku genap lainnya seperti gajah, mencit, tikus, dan babi hutan.
Seluruhnya ada 15 jenis penyakit hewan menular berbahaya, secara ekonomis sangat merugikan, yang dimasukkan dalam daftar A oleh Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (Office International des Epizooties).
PMK merupakan penyakit hewan paling ditakuti semua negara di dunia, terutama negara-negara pengekspor ternak dan produksi ternak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/daging-sapi-yang-beredar-di-medan_20180304_183102.jpg)