Alamak
Snickers Ditarik dari Peredaran karena Diduga Mengandung Plastik, Namun Masih Beredar di Medan
Makanan merek Snickers ditarik dari peredaran karena diduga mengandung plastik.
Laporan Wartawan Tribun Medan, Array A Argus
TRIBUN-MEDAN.COM - Makanan merek Snickers ditarik dari peredaran karena diduga mengandung plastik. Penarikan makanan ini dilakukan di 55 negara Eropa bahkan Asia.
Kabar ini pun beredar luas di media sosial sejak beberapa hari belakangan.
Di Medan sendiri, makanan ringan cokelat ini masih beredar.
Seperti halnya di Brastagi Supermarket Jalan Kartini/Jalan Imam Bonjol.
Makanan ringan ini masih tersusun rapi di rak penjualan makanan.
Begitu pula di gerai Indomaret Jalan Cik Ditiro. Makanan Snickers masih diperjualbelikan.
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Medan, Sacramento Tarigan menyarankan Tribun mencari informasi ini lewat website BBPOM RI.
"Kebetulan kami sedang rapat nasional. Mohon izin bisa dicek status produk Snickers di pom.go.id," kata Sacramento, Senin (12/3/2018).
Ditanya kapan BBPOM Medan melakukan sidak terhadap makanan ini, Sacramento tak menjawab.
Ia menyarankan Tribun bertanya pada Ramses petugas lapangan.
Sayangnya, nomor selular Ramses yang diberikan Sacramento tak bisa dihubungi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Usma Polita ketika dikonfirmasi Tribun tak mau memberikan komentar.
Salah satu warga yang sempat mengonsumsi Snickers mengaku baru tahu informasi adanya kandungan plastik setelah nonton tayangan Youtube.
"Saya sempat beli karena tidak tahu. Baru tahunya ya lewat media sosial. Kemudian saya cari di Youtube, rupanya memang ada video pembakaran produk makanan ini," kata Dedi warga Padang Bulan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/snickers_20180312_114529.jpg)