Polisi Tembak Ipar

Begini Keseharian Jumingan yang Tewas Ditembak Iparnya Wakapolres Kompol Fahrizal, Bikin Haru

Sales bangunan, Jumingan meninggalkan seorang anak yang masih kecil dan istrinya bernama Sutias alias Heni, adik kandung Kompol Fahrizal.

TRIBUN MEDAN/JEFRI SUSETIO
POLISI melakukan pemeriksaan di satu rumah di kawasan Mandala, Medan, Rabu (4/4) malam, yang merupakan TKP penembakan diduga dilakukan seorang oknum polisi terhadap laki-laki yang disebut-sebut sebagai adik iparnya. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Azis Husein Hasibuan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Jumingan alias Jun, korban penembakan yang diduga dilakukan abang iparnya yakni Kompol Fahrizal dikenal sebagai warga yang rukun dalam berumah tangga.

Bekerja sebagai sales bangunan, Jumingan meninggalkan seorang anak yang masih kecil dan istrinya bernama Sutias alias Heni, adik kandung Kompol Fahrizal.

"Almarhum (Jun) baik dan pelakunya pun orang baik. Rukun lah orang ini di rumah. Makanya kami sangat kaget tiba-tiba terdengar ada enam kali tembakan dari rumah," ucap warga yang berjarak tiga rumah dari tempat tinggal Jun, Kamis (5/4/2018).

Biasanya sepulang kerja, Jun menyempatkan diri untuk membawa anaknya jalan-jalan dengan sepeda motor.

Baca: Polisi Terduga Pelaku Penembakan, Kompol Fahrizal Kini Menjabat Waka Polres Lombok Tengah

Baca: Pelayat Datangi Rumah Korban Penembakan, Kompol Fahrizal Pernah Jadi Kasat Reskrim Polrestabes Medan

"Dia (Jun) itu sales bangunan. Kerja dari pagi sampai sore dan kebanyakan di rumah kalau sudah pulang kerja. Sesekali, dia keluar rumah bawa anaknya jalan-jalan," kata warga.

Ketika terdengar suara letusan senjata api, warga yang bermukim di Jalan Tirtosari, Gang Keluarga, Kelurahan Bantan, Medan Tembung, ketakutan.

Warga tidak berani mendekat dan hanya melihat rumah yang berkeramik cokelat itu dari balik kaca jendela. (ase/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved