Breaking News
Dorr. . . Perwira Polisi Pangkat Kompol Diduga Tembak Adik Ipar, Suara Dentuman Beruntun
Dia memang sudah lama tak pulang ke sini sejak pindah tugas. Ini rumah orang tuanya. Tadi tetangga-tetangga sempat disalaminya
Laporan Wartawan Tribun Medan, Jefri Susetio
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang perwira polisi berinisial F yang disebut-sebut pernah bertugas di Polresta Medan diduga sebagai pelaku penembakan terhadap pria bernama Zumingan alias Zun, warga Jalan Tirtosari, Gang Keluarga, Kelurahan Bantan, Medan Tembung, Rabu (4/4/2018) malam.
F disebut-sebut seorang perwira menengah berpangkat, Kompol (Komisaris Polisi), dan mantan kasat reserse.
Informasi diperoleh Tribun-Medan.com, Zun merupakan adik ipar F. Tubuh Zun diterjang beberapa timah panas, yang berujung kematian.
Sutini alias Heni, merupakan istri dari korban penembakan Zun. Heni saudara kandung F.
Informasi beredar, F merupakan perwira polisi berpangkat Kompol dan pernah bertugas di Polrestabes Medan dengan jabatan terakhir Kasat Reskrim.
Sejumlah warga menyebut rumah tempat kejadian perkara merupakan milik F. Sebelum memasuki rumah beberapa saat sebelum kejadian, F bahkan sempat menyapa dan bersalaman dengan sejumlah warga.
"Dia memang sudah lama tak pulang ke sini sejak pindah tugas. Ini rumah orangtuanya. Tadi tetangga-tetangga sempat disalaminya," ujar seorang warga setempat yang menolak identitasnya dipublikasi saat ditemui Tribun-Medan.com di lokasi.
Dipaparkannya, usai mendengar suara letusan mirip bunyi tembakan, tidak ada warga yang berani menegur atau menghalangi F meninggalkan rumahnya.
"Cuma dilihatin saja, enggak berani kita," katanya seraya menambahkan, Zun, yang kemudian diketahui warga telah terkapar di lantai rumah dengan perut berlumur darah, adalah adik ipar F.
Baca: Sempat Todongkan Senjata ke Ibu Kandung, Kompol F Tembak Adik Ipar
Baca: BREAKING NEWS: Oknum Polisi Tembak Adik Ipar
Baca: Kapolrestabes dan Wakapolrestabes Sambangi TKP Oknum Polisi Tembak Adik Iparnya
"Suami dari adiknya Heni. Itu adiknya paling kecil, tinggal di sini memang. Kerjanya kalau tidak salah dosen atau gurunya, enggak tahu pasti juga. Yang jelas ngajar-ngajar gitulah," ucapnya.
Informasi yang dihimpun Tribun-Medan.com dari sejumlah sumber, F sudah berada di Polda Sumut.
"Iya, sudah di sini (Polda Sumut). Sedang dimintai keterangan. Tapi bagaimana kronologisnya belum tahu pasti. Besok saja perkembangannya bagaimana," kata sumber Tribun-Medan.com.
Sumber lain menyebut, F sebelumnya bertugas di Polrestabes Medan dan pernah menjabat Kasat Reskrim. Sekarang bertugas di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Wakapolrestabes Medan, AKBP Tata Dirsan Atmaja, sekitar pukul 24.00 WIB, sampai di TKP.
Dia datang bersama sejumlah perwira di Polrestabes Medan. Namun belum ada keterangan yang diberikan.
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto beserta Wakapolrestabes, AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Rabu (4/4) jelang tengah malam datang ke satu rumah di Jalan Tirtosari Gang Keluarga, Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, Sumatera Utara.
"Yang menangani ini Polda bukan Polrestabes, karena diduga pelaku merupakan seorang polisi," kata Dadang di TKP, Kamis (5/4/2018) dinihari.
Sutini Menggendong Balita yang Terus Menangis
Belakangan diketahui suara letusan itu berasal dari rumah seorang warga disebut-sebut bernama Sutini alias Heni.
"Aku pikir mercon, jadi enggak peduli tadi. Cemanalah tadi habis salat tak enak badan jadi golek-golek di rumah," kata warga bernama Juraidah (75) pada www.Tribun-Medan.com.
Baca: Ada Letusan Beruntun Sebelum Oknum Perwira Polisi Keluar Menenteng Senjata
Baca: Usai Mengeksekusi Suami dari Adiknya, Kompol F Dikabarkan Langsung Menyerahkan Diri ke Polda Sumut
Kediaman Juraidah berada tepat di sebelah rumah yang diduga sebagai Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun saat ditanya, dia tidak dapat memastikan berapa kali suara mirip ledakan mercon itu didengarnya.
"Berapa kali enggak ingat. Pastinya waktu keluar aku dengar kalau ada yang kena tembak. Tidak begitu tahu aku nama yang kena tembak itu. Soalnya jarang ketemu. Tapi mereka sekeluarga orang baik, kok. Istrinya kerja sebagai guru," ujarnya.
Pantauan Tribun-Medan.com, hingga menjelang pukul 24.00, TKP masih ramai. Sejumlah polisi kemudian membawa seorang perempuan dari sebuah warung.
Informasi warga, perempuan itu bernama Sutini alias Heni, istri dari korban penembakan bernama Zumingan alias Zun. Saat dibawa petugas masuk kembali ke rumah, Sutini menggendong balita yang terus menangis.
Belum diketahui secara pasti pelaku penembakan. Informasi diperoleh Tribun-Medan.com, penembakan dilakukan seorang berinisial F, polisi yang pernah bertugas di Polresta Medan. F disebut-sebut adik kandung Sutini.
"Ini rumah orangtuanya Pak F, pernah di Polresta Medan, tapi sekarang dengar-dengar tugas di Lombok (NTB). Adiknya yang paling kecil tinggal di sini bersama orangtuanya mereka," kata seorang lelaki berkacamata, warga setempat yang tidak ingin namanya disebut.
Korban penembakan Zun telah dibawa polisi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut di Jl KH Wahid Hasyim. Di TKP, petugas memasang garis polisi dan memerintahkan warga yang masih berkerumun untuk menjauh.
Suara Tembakan Beruntun
Seorang perempuan warga setempat yang namanya tidak ingin dipeublikasikan menyebut saat kejadian dirinya sedang berada di dalam rumah.
"Suaranya keras, beruntun beberapa kali. Seperti mercon, tak tahunya letusan pistol. Kami kaget sekali," katanya.
Baca: Masya Allah, Penarik Becak, Korban Abu Tours Diumrahkan Penonton Mata Najwa, Ini Videonya
Baca: Kapolrestabes Medan Datangi TKP Penembakan Diduga Dilakukan Perwira Polisi
Lebih mengagetkan karena pelaku penembakan adalah orang yang dia kenal. "Anak pemilik rumah itu. Dia polisi, sekarang sudah pindah tugas. Tadi pas datang dengar-dengar dari tetangga lain, sempat disalaminya orang-orang sini," ujarnya.
Setelah kejadian, sejumlah warga sempat melihat oknum polisi yang diduga pelaku keluar rumah dengan menenteng senjata. Tidak ada warga yang berusaha mengadang atau sekadar bertanya.
Ditanya mengenai penyebab penembakan, perempuan ini mengaku tidak tahu. "Saya enggak dengar. Cuma dengar suara letusan itu. Pas keluar, sempat lihat tapi sudah agak jauh. Bawa perempuan, mungkin mamaknya (ibu). Soalnya, mamaknya itu, kan, sedang sakit juga," katanya.
Walau pelaku sudah pergi, tidak ada warga yang berani masuk ke dalam rumah. Baru setelah polisi datang mereka ikut masuk dan melihat Jumingan alias Jun telah terkapar bersimbah darah. Oleh polisi, Jun dibawa ke rumah sakit. Informasi terakhir diperoleh Tribun-Medan.com, Jun meninggal dunia.
Pelaku disebut-sebut oknum perwira polisi berpangkat Kompol berinisial F dan pernah bertugas di Polrestabes Medan dengan jabatan terakhir Kasat Reskrim.
F sekarang bertugas di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto yang ditemui di TKP menyebut kasus ini telah ditangani Polda Sumut. (tio/cr9/AKB/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penembakan2_20180405_004229.jpg)