Viral Medsos

Manusia Serigala Ini Menyesal Hidup Bersama Manusia, Ingin Kembali ke Alam Liar

Pantoja telah berusia 72 tahun. Diberitakan El Pais, dia mengaku menyesal mengapa dibawa ke dunia manusia.

Editor: Tariden Turnip
youtube
Marcos Rodriguez Pantoja masih bisa bersosialisasi dengan kawanan serigala 

TRIBUN-MEDAN.COM - Seorang pria yang dikenal sebagai Mowgli-nya Spanyol karena mengaku dibesarkan oleh serigala itu menyesal mencoba kehidupan manusia.

Diwartakan BBC via Daily Mirror Jumat (6/4/2018), Marcos Rodriguez Pantoja ditinggal kedua orangtuanya, ibunya meninggal dan ayahnya tinggal bersama wanita lain, pada usia tiga tahun, saat dekade 1940-an.

Pantoja kecil kemudian dibawa ke kawasan Pegunungan Sierra Morena untuk dibesarkan sebagai penerus penggembala, dan mengawasi 300 ekor domba.

Oleh gembala tua, Pantoja sempat diajari teknik menggembalakan kawanan domba, cara menyalakan api maupun menggunakan perkakas.

Namun, ketika usia Pantoja menginjak tujuh tahun, gembala tersebut meninggal dunia, dan meninggalkannya sendirian.

Suatu hari, Pantoja pergi ke sebuah gua dan menemukan seekor anak serigala sedang tertidur. Dia bermain dengan anak serigala hingga induknya datang membawa makanan.

Induk itu kemudian merobek daging, dan mulai membagikan ke anak-anaknya. Pantoja yang lapar kemudian berusaha mengambil makanan anak serigala itu.

Induknya tiba-tiba mencakar Pantoja yang membuatnya mundur. Setelah memberi makan anaknya, serigala betina itu kemudian memberikan daging kepada Pantoja.

Foto-foto Pantoja yang masih bisa bersosialisasi dengan kawanan serigala

He was found as a 19-year-old running around half-naked and barefoot only able to communicate by grunting and brought back to civilisation

But now the 72-year-old lives in a small, cold house in Rante, Galicia, with only a meager pension after a tough life among humans

Returning to civilisation was the scariest experience of his life, first to an orphanage where the nuns taught him to walk up straight and eat at a table

Awalnya, dia tidak mau menyentuhnya karena berpikir induk serigala itu bakal menyerangnya. "Namun, induk serigala itu terus menyorongkan daging tersebut dengan hidungnya," bebernya.

Ketika Pantoja mengambil dan memakannya, serigala itu datang mendekat. "Saya mengira dia bakal menggigit saya. Namun, tiba-tiba dia menjilati saya, dan kami pun menjadi keluarga," ungkapnya.

Pantoja pun menjadi "serigala" hingga pasukan Garda Sipil menemukannya 12 tahun kemudian, atau saat dia berusia 19 tahun.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved