Pilpres 2019
Menakar jika Jokowi-Cak Imin Berpasangan di Pilpres 2019 dan Populisme Islam, Begini Surveinya
Seberapa kuat pengaruhnya jika Joko Widodo (Jokowi) berpasangan dengan Muhaiman Iskandar (Cak Imin) ?
TRIBUN-MEDAN.COM - Seberapa kuat pengaruhnya jika Joko Widodo (Jokowi) berpasangan dengan Muhaiman Iskandar (Cak Imin) ?
Jelang Pilpres 2019, populisme Islam menjadi salah satu arus dominan yang membentuk prilaku pemilih.
Dalam sejarah pilpres pasca reformasi, baru kali ini polarisasi berbasis populisme Islam terbentuk.
Hal itu diungkap pengamat politik Rico Marbun, Selasa (10/4/2018).
"Perlahan tapi pasti populisme Islam ini terbentuk oleh arus gerakan 212. Survei dapat mengenali kuatnya gelombang populisme Islam 212 dengan menguji beberapa pertanyaan," katanya.
Menurut Rico, data menunjukkan saat responden ditanya apakah mereka simpati atau tidak, atau suka atau tidak dengan gerakan 212 yang masih eksis hingga saat ini, ternyata 42.5% suka/simpati dengan gerakan 212 dan yang tidak suka hanya 24% , sedangkan sisanya 33.5% menjawab tidak tahu.
"Artinya populisme Islam sangat kuat mendekati separuh. Sayangnya kelompok pemilih inilah yang belum berhasil ditaklukkan oleh Jokowi," kata Rico.
Pidato Jokowi beberapa hari lalu yang berapi-api mengklarifikasi beberapa masalah mulai dari PKI, pembangunan infrastruktur dan utang, namun tidak menjawab problem populisme Islam yang mengganjal Jokowi.
Hal itu terjadi, karena hal ini tidak bisa dijawab dengab retorika.
Oleh karena itu, menurut Rico, disinilah urgensi figur dan partai politik yang bisa diterima oleh arus populisme Islam 212, untuk menjadi partner Jokowi menghadapi Pilpres 2019 nanti.
"Dalam perspektif ini, partai nasionalis yang bisa dipersepsikan cenderung sekuler seperti PDIP, Golkar, Hanura dan Nasdem, sepertinya sulit diterima oleh arus ini," kata Rico.
Baca: KPK Cokok Bupati Bersama 6 PNS
Sayangnya, Rico menambahkan basis pemilih Ketua Umum PPP Romahurmuziy (Rommy) dan PPP yang mau memilih Jokowi hanya 12.9%, sisanya memilih capres yang lain.
Sehingga sampai saat ini sulit mengharapkan basis PPP mengikuti pilihan elitenya.
Menurut Rico, hanya tersisa dua partai nasionalis Islam dalam koalisi Jokowi yaitu PPP dan PKB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/presiden-joko-widodo_20180218_081925.jpg)