Pilgub Sumut
Happy Farida Rela Tinggalkan Karir di Perbankan Usai Djarot Jadi Wali Kota Blitar
Happy Farida, istri calon Gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat memilih setia mendampingi suami
Laporan Wartawan Tribun Medan, Fatah Baginda Gorby
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Happy Farida, istri calon Gubernur Sumut Djarot Saiful Hidayat memilih setia mendampingi suami serta ketiga anak-anak setelah yakin banyak rakyat Blitar yang mencintai suaminya.
Dia yakin karir politik suaminya sebagai kepala daerah akan memberikan gaung lebih kuat. Sehingga, mampu memberikan dampak positif yang lebih besar lagi untuk kehidupan banyak orang.
"Saya tipe perempuan mandiri begitu jadi istri Wali Kota Blitar melihat situasi bagaimana Bapak (Djarot) dalam berkarir," katanya saat wawancara di rumahnya Jalan Kartini, Medan, Sabtu (21/4/2018).
Begitu Djarot terpilih menjadi Wali Kota Blitar tidak langsung memutuskan berhenti bekerja di perbankan.
Pasalnya, ia harus mencermati situasi terlebih dahulu, ternyata banyak masyarakat yang respek.
"Kalau boleh jujur mengapa setelah menikah dan Bapak (Djarot) jadi Wali Kota Blitar tidak saya putuskan berhenti bekerja? Saya proses kenal sama Bapak tidak lama. Pendekatan kurang setahun.
Pada awal menikah tentu membuat saya mengenal pribadi Djarot. Akhirnya saya putuskan berhenti setelah saya menyandari Djarot banyak dicintai masyarakat dan punya potensi besar," ujarnya.
Ia membeberkan, tentang potensi besar Djarot mulai dari karir akademiknya yang meroket. Djarot mengawali karir sebagai dosen, terpilih jadi dekan hingga pembantu rektor. Pada awal reformasi, ia terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Timur.
Selanjutnya, baru satu tahun menjadi anggota dewan tepatnya tahun 2000, Djarot terpilih sebagai Wali Kota Blitar periode 2000-2005. Dan Djarot sukses menjadi Wali Kota Blitar untuk kedua kalinya.
"Waktu jadi Wali Kota Blitar masyarakat sangat mencintai karena banyak program direalisasikan. Jadi saya yakin Bapak (Djarot) karirnya bagus sehingga harus mendukung karir suami," katanya.
Ia berpendapat, perempuan harus tampil memberikan solusi untuk hidup cerdas. Oleh sebab itu, ia memutuskan tidak lagi bekerja sebagai pegawai perbankan supaya bisa memperhatikan pertumbuhan anak-anaknya.
Dalam kehidupan sehari sehari ia pengin mengambil peran untuk memperhatikan ketiga anaknya. Mulai dari sekolah hingga memberikan perhatian yang cukup dari orangtua. Agar kelak anak-anak bisa sukses melanjutkan cita cita keluarga.
Tidak hanya itu, ia menyadari Djarot cukup berani dan tegas. Jadi, sebagai istri ia selalu mendukung supaya keberanian Djarot tidak mundur satu langkah karena ketakutan keluarga.
"Saya punya keyakinan materi cukup dari Bapak (Djarot). Jadi saya harus mempersiapkan generasi yang datang dari rumah kami. Prinsip saya anak anak harus berhasil," ungkapnya. (cr7/Tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/happy-farida-1_20180421_145615.jpg)