Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Berburu Sampah di Kota Medan

Wahana lingkungan hidup Indonesia (Walhi) menyelenggarakan kegiatan lomba berburu sampah.

Peserta berburu sampah menimbang hasil yang didapatkan sejak pagi tadi, Sabtu (21/4/2018). 

Laporan wartawan Tribun Medan /M Fadli

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wahana lingkungan hidup Indonesia (Walhi) menyelenggarakan kegiatan lomba berburu sampah. Kegiatan yang diikuti 14 peserta dari berbagai komunitas dimulai pada pukul 09.00-13.00 WIB, Sabtu (21/4/2018).

Berburu sampah merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan peringatan hari bumi 2018 yang diperingati pada 22 april, dan Konferensi Nasional Lingkungan Hidup (KNLH-WALHI).

Sampah yang merupakan salah satu masalah di Indonesia. Karena ketidak mampuan mengelola sampah dan tidak mampu mengendalikan produksi sampah.

Pada sisi lain, produsen berbagai kemasan yang turut menghasilkan sampah (Kemasan Makanan, kemasan AMDK, sampah elektronik, dll), seakan lepas dari tanggung jawab terhadap lingkungan hidup.

Tidak dapat dipungkiri perilaku konsumtif yang menghasilkan sampah turut disumbang oleh upaya masif “iklan-industri”. Sebagai gambaran dampak, Sampah yang dihasilkan oleh penduduk kota medan kurang lebih mencapai 2000 Ton perhari, sejumlah 1400 ton nya mengalir ke TPA, sisanya berserakan ditempat-tempat yang tidak seharusnya.

Eksekutif Walhi, Melva Harahap mengatakan, kegiatan hari ini pertemuan konsultasi nasional, pada tahun ini Medan tuan rumah.

"Tadi pagi lomba berburu sampah sudah dilakukan kawan-kawan. Ada 14 peserta dari berbagai komunitas yang mengikuti kegiatan ini," ujarnya saat ditemui Tribun Medan di Lapangan Merdeka, Sabtu (21/4/2018).

"Setelah mereka datang kembali ke lapangan Merdeka, sampah ditimbang. Yang mana nanti akan kami pisah menjadi dua jenis, sampah yang bisa terurai dan sampah yang tidak bisa terurai," tambah wanita berhijab ini.

Melva menjelaskan, sampah yang dihasilkan di kota-kota seluruh Indonesia sebagian besar berupa sampah yang bisa terurai. Pengelolaan sampah jenis ini sangat mudah.

Sisa makanan misalnya bisa dimanfaatkan untuk makanan hewan. Sampah mudah terurai lainnya bisa dimanfaatkan menjadi pupuk dengan metode pengelolan dikomposkan.

Banyak metode pengomposan dari yang sederhana sampai yang sangat modern menggunakan alat bantu dan bakteri yang mempercepat proses pengomposan. Sampah organik juga bisa digunakan menghasilkan energi dengan menggunakan reaktor biogas.

Satu jenis lagi sampah yang tidak mudah terurai atau sampah anorganik. Sampah jenis ini ada yang bisa didaur ulang dengan mudah seperti besi, almunium, kaca, beberapa jenis plastik satu lapis.

Sampah lainnya berupa plastik multi lapisan, stereofoam, sachet, kemasan multi layer dan lain lain tidak bisa didaur ulang. Sampah jenis ini bisa bertahan selama ribuan tahun tanpa mengalami pelapukan.

Lomba berburu sampah akan melihat dan memberikan gambaran, jenis sampah apa saja yang banyak berada disekitar kita. Dari sampah-sampah yang terkumpulkan tersebut akan terlihat, mana sampah yang paling banyak berserakan, dan tidak terkelola dengan baik.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Tags
Walhi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved