Sudjiwo Tedjo Angkat Bicara soal Tagar #2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi
Presiden Jancukers, Sudjiwo Tedjo berkicau tentang logika dan matematika, Selasa (24/4/2018).
Baca: Menilik Kamar Baru Rafthar nan Besar dan Super Mewah
Baca: Ingin Mengundang Ustaz Abdul Somad? Cuma Sosok Ini yang Bisa Jadi Penghubung
@rama7dani, "IQ mu agak anu mbah."
@Ethihad_13, "Ini yang di sebut simbah pas maiyah, bahwa celakanya rakyat indonesia. Krn tdk ada sleksi alam. Dadi wong goblokk ureeep kuabeh neng kene. Hahahahaha. Joss mbah."
@raina_rdr, "Njenengan pancen pinter."
@abdulkh67757033, "Kalimat politik selalu bermakna ganda mbah, Kanan kiri oke, Sugeng enjing."
@milea889, "Tumben mbah, sya dpet nalarnya."
Asal muasal tagar #2019GantiPresiden
Diketahui sebelumnya, tagar #2019GantiPresiden merupakan tagar cetusan kubu oposisi pemerintah, yakni dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Presiden PKS, Sohibul Iman, menegaskan gerakan tanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden bukan merupakan suatu kampanye hitam atau black campaign dari oposisi.
Menurut dia, gerakan #2019GantiPresiden itu merupakan turunan dari keputusan PKS menginginkan ada calon presiden lain disamping calon presiden petahana.
"Itu sebetulnya turunan dari keputusan PKS. PKS menginginkan selain incumbent, ada calon lain. Itu bukan suatu kejahatan," tutur Sohibul, ditemui di kantor PP Muhammadiyah, Kamis (12/4/2018).
Dia menjelaskan gerakan itu diinisiasi oleh Ketua DPP PKS, Mardani Ari Sera. Dia merasa bersyukur gerakan itu menjadi ramai diperbincangkan di media sosial.
Harapannya, dari gerakan itu muncul calon presiden non petahana yang sesuai keinginan publik.
"Kalau kita berhasil memunculkan satu calon, kan tujuannya menang. Kalau menang berarti ganti presiden. Nah dia supaya gampang 'ganti presiden'. Alhamdulillah, ya mengamini," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/sujiwo-tejo_20180424_110108.jpg)