Sudjiwo Tedjo Angkat Bicara soal Tagar #2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi

Presiden Jancukers, Sudjiwo Tedjo berkicau tentang logika dan matematika, Selasa (24/4/2018).

Tayang:
(TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)
Budayawan Sujiwo Tejo menjadi Keynote Speaker pada Parade Bahasa Nasional 2013 di Kampus Universitas Negeri Makassar. Kamis (10/10/2013). Kegiatan antar Perguruan Tinggi se Indonesia ini, mengambil tema "Perealisasian Hakikat Berbahasa, Sebuah Upaya Menemukan Identitas dan Martabat Bangsa" yang bertujuan untuk mempertahankan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang saat ini tatanannya telah banyak berubah akibat sejumlah fenomena sosial. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR) 

TRIBUN-MEDAN.com - Presiden Jancukers, Sudjiwo Tedjo berkicau tentang logika dan matematika, Selasa (24/4/2018).

Dalam kicauannya tersebut Sudjiwo Tedjo menyinggung tentang penggunaan tagar #2019GantiPresiden dan tagar #2019TetapJokowi.

Menurutnya tagar tersebut tidak cocok secara matematis.

 Sudjiwo Tedjo mengatakan jika tagar #2019GantiPresiden harusnya dilawan dengan #2019TetapPresiden.

"#2019GantiPresiden kok dilawan dgn #2019TetapJokowi ? Secara #Math ini nggak ketemu. Mestinya #2019GantiPresiden lawannya #2019TetapPresiden .. Kecuali kalau #2019GantiJokowi .. Baru vs-nya #2019TetapJokowi ... Kurikulum pendidikan #Math bangsamu perlu agak dianu," kicau Sudjiwo Tedjo.

Sudjiwo Tedjo meneruskan, jika tagar #2019GantiPresiden dibalas dengan #2019TetapPresiden juga memiliki konklusi lain.

Yakni, satu kubu ingin mengubah menjadi kerajaan, presiden diganti raja. Sedangkan kubu lain tetap ingin republik yang diperintah oleh presiden.

Baca: Kisah Prabowo kala Tegur Kader Gerindra: Pemimpin Berdiri, Lu Duduk-duduk di Situ

Baca: Viral, Lihat Bagaimana Jawaban Anak SD kala Diminta Gambar Segitiga Sama Kaki

Baca: Viral, Kue Ultah Ini Sepintas Tak Ada yang Salah tapi Bila Dicermati Sungguh Bikin Kaget

Baca: Viral di Jagat Maya, Diduga Oknum Guru Lakoni Kekerasan atas Muridnya

Baca: Viral, Kekasih Mengandung Bayi Pria Lain namun Hebatnya Lelaki Ini Legawa Menerimanya

Baca: Viral, Foto Pria yang Mulanya Disangka Sendiri Ternyata Ada Sang Istri, Kisah nan Mengharukan

Baca: Mengudar Fakta Dirut Pertamina yang Baru Nicke Widyawati, Cantik dan Gemilang Pula Kariernya

"Bila #2019GantiPresiden dibalas #2019TetapPresiden itu artinya satu kubu ingin berubah jd kerajaan, presiden diganti raja, kubu lain tetap ingin republik .. Ini akan lebih mendasar.. Dan lebih lakik!!!! Heuheuheu .. IQ? IQ? IQ?," kicaunya.

Kicauan Sudjiwo Tedjo tersebut mendapat beragam balasan dari netizen.

Mayoritas netizen setuju dengan logika yang disuguhkan oleh seniman nyentrik tersebut.

@mas_widi01, "Huassuuu tenan... Bener iku mbah..lagi kepikiran."

Baca: Yusril Ihza Mahendra Akhirnya Membalas Surat Terbuka dari Adik Ahok

Baca: Mahfud MD Bereaksi Lugas Menyasar Statemen TGB yang Sebut Bantuan Susi di Aksi 411

Baca: Ternyata Begini Sosok Keluarga Hotman Paris, Mulai dari Istri hingga Anak-anaknya

Baca: Unggah Foto dengan Baju Sporty, Bentuk Tubuh Nia Ramadhani Bikin Terkesima

Baca: Menilik Kamar Baru Rafthar nan Besar dan Super Mewah

Baca: Ingin Mengundang Ustaz Abdul Somad? Cuma Sosok Ini yang Bisa Jadi Penghubung

@rama7dani, "IQ mu agak anu mbah."

@Ethihad_13, "Ini yang di sebut simbah pas maiyah, bahwa celakanya rakyat indonesia. Krn tdk ada sleksi alam. Dadi wong goblokk ureeep kuabeh neng kene. Hahahahaha. Joss mbah."

@raina_rdr, "Njenengan pancen pinter."

@abdulkh67757033, "Kalimat politik selalu bermakna ganda mbah, Kanan kiri oke, Sugeng enjing."

@milea889, "Tumben mbah, sya dpet nalarnya."

Asal muasal tagar #2019GantiPresiden

Diketahui sebelumnya, tagar #2019GantiPresiden merupakan tagar cetusan kubu oposisi pemerintah, yakni dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Presiden PKS, Sohibul Iman, menegaskan gerakan tanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden bukan merupakan suatu kampanye hitam atau black campaign dari oposisi.

Menurut dia, gerakan #2019GantiPresiden itu merupakan turunan dari keputusan PKS menginginkan ada calon presiden lain disamping calon presiden petahana.

"Itu sebetulnya turunan dari keputusan PKS. PKS menginginkan selain incumbent, ada calon lain. Itu bukan suatu kejahatan," tutur Sohibul, ditemui di kantor PP Muhammadiyah, Kamis (12/4/2018).

Dia menjelaskan gerakan itu diinisiasi oleh Ketua DPP PKS, Mardani Ari Sera. Dia merasa bersyukur gerakan itu menjadi ramai diperbincangkan di media sosial.

Harapannya, dari gerakan itu muncul calon presiden non petahana yang sesuai keinginan publik.

"Kalau kita berhasil memunculkan satu calon, kan tujuannya menang. Kalau menang berarti ganti presiden. Nah dia supaya gampang 'ganti presiden'. Alhamdulillah, ya mengamini," katanya.

Tanggapan Jokowi tentang tagar #2019GantiPresiden

Presiden Joko Widodo juga memberikan tanggapan mengenai munculnya tagar #2019GantiPresiden.

Pemimpin negara asal Kota Solo tersebut menanggapi enteng gerakan dengan tagar #2019GantiPresiden baik ditulis dalam kaos atau di media sosial.

"Sekarang isu kaos ganti presiden 2019. Masa dengan kaos bisa ganti presiden," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4/2018).

Jokowi menilai dengan kaos berhastag itu, tidak bisa mendorong pergantian Presiden.

"Masa pakai kaos bisa ganti Presiden, enggak bisa," ucapnya disambut tepuk tangan ratusan relawannya dalam acara tersebut.

Jokowi mengatakan hanya ada dua hal yang bisa mendorong pergantian pergantian presiden yakni rakyat dan tuhan.

"Kalau rakyat berkehendak bisa, kalau rakyat nggak mau bisa. Yang kedua, ada kehendak dari Allah SWT," katanya. (*)

Berita Ini Sudah Tayang di Tribun Wow dengan Judul Sudjiwo Tedjo Beri Pencerahan Nalar Matematis tentang Tagar #2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved