30 Tahun Program Anak Asuh, Yayasan Pendidikan Sultan Iskandar Muda Targetkan ITB

Program Anak Asuh Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda telah memasuki usia 30 tahun

Penulis: Liska Rahayu |
Peniupan lilin dan pemotongan tumpeng perayaan 30 Tahun Program Anak Asuh YP Sultan Iskandar Muda, Jalan T Amir Hamzah, Medan, Jumat (27/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Liska Rahayu

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Program Anak Asuh Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda telah memasuki usia 30 tahun. Dalam rentang waktu tersebut, sudah banyak anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan tidak mampu dapat bersekolah di YP Perguruan Sultan Iskandar Muda.

Tidak hanya itu, YP Sultan Iskandar Muda pun telah banyak menghasilkan siswa dan siswi yang masuk ke perguruan tinggi negeri di Indonesia. Melalui acara kunjungan rombongan Pengurus Perkumpulan Teochew Nusantara Pusat ke Teochew Sumut dan 30 Tahun Program Anak Asuh YP Sultan Iskandar Muda, Nikson Simarmata pun diumumkan sebagai siswa dari program Anak Asuh yang berhasil masuk Universitas Indonesia.

Berasal dari keluarga tidak mampu dan kekurangan gizi, melalui program Anak Asuh, Nikson dapat menyelesaikan sekolahnya dan berhasil masuk Universitas Indonesia tanpa seleksi.

Ketua Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Sofyan Tan menjelaskan, selanjutnya sekolah ini menargetkan ITB untuk dapat dimasuki siswa-siswinya.

"Sudah ada yang masuk Universitas Padjajaran, Udayana, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Gadjah Mada. Kita berharap bahwa UI ini menjadi salah satu pendorong bagi siswa lain untuk berprestasi," ujar Sofyan Tan usai meresmikan Laboratorium SIM Mart di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, Jalan T Amir Hamzah, Medan, Jumat (27/4/2018).

Saat ditanya mengenai target universitas selanjutnya, Sofyan Tan menyebutkan Institut Teknologi Bandung menjadi perguruan tinggi negeri yang ingin dicapai sekolah ini bagi anak didiknya.

"Target ITB. ITB ini saya kira cukup besar potensinya. Tetapi kita juga mendorong agar anak-anak untuk berkuliah di luar negeri," katanya.

Sofyan Tan menjelaskan, selama 30 Tahun Program Anak Asuh YP Sultan Iskandar Muda, semakin hari kian banyak anak yang mendaftar dan bisa bersekolah. Namun hal tersebut memengaruhi kapasitas yang bisa mereka terima. Untuk itu, sekolah ini mengadakan seleksi untuk calon siswanya.

"Kalau dulu katakanlah orang mendaftar itu kita harus cari dulu, sekarang orang sudah tahu. Kalau mereka tidak punya uang, mereka tetap bisa sekolah. Tapi seiring dengan itu, karena keterbatasan tempat, ya kita seleksi," jelasnya.

Ia menambahkan, seleksi yang dilaksanakan tidak memakai standar yang tinggi. Sebab anak-anak yang berasal dari keluarga miskin, kurang mampu dan kekurangan gizi mungkin saja tidak punya cukup materi, atau tidak begitu pintar jika mengikuti seleksi yang ketat.

"Tetapi kita bisa saksikan di sini. Nikson Simarmata itu berasal dari keluarga miskin dan kurang gizi, tetapi dia bisa masuk UI. Saya percaya bahwa ini akan mendorong semakin banyak anak-anak yang berprestasi," ujarnya. (cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved