Soal Tudingan Kapolda Tak Netral pada Pilgub Sumut, Begini Penjelasan Gamblang dari Polda
Sebelumnya puluhan orang menamakan lembaganya Presidium Dewan Mahasiswa Sumatera Utara melakukan unjuk rasa. di depan Kantor DPRD Sumut.
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - "Kapolda adalah pemimpin yang mengayomi semua masyarakat Sumut. Tidak benar ada keberpihakan kepada calon manapun. Pak Kapolda berpihak pada semuanya, umumnya untuk keamanan masyarakat Sumut".
Demikian awal perbincangan diungkapkan Direktur Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Sumut, Kombes DR Hery Subiansauri SH MH MHum kepada Tribun/www.tribun-medan.com, Jumat (27/4/2018).
Sebelumnya puluhan orang menamakan lembaganya Presidium Dewan Mahasiswa Sumatera Utara melakukan unjuk rasa di depan Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Rabu (25/4/2018) lalu. Dalam orasinya, mereka menuding Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw tidak netral. Mereka menyampaikan beberapa indikasi terkait keberpihakan Paulus terhadap salah satu pasangan calon Gubernur Sumut.
Baca: Kapolda Sumut Tidak Netral, Abdul Razak: Kita Punya Bukti Rekaman Audio!
Kombes Hery sebagai pejabat utama yang selalu mengikuti Kapolda pada setiap kesempatan, menegaskan tuduhan itu keliru, bahkan cenderung menyesatkan.
"Di era globalisasi seperti saat ini mestinya berbicara harus fakta. Jangan cuma memakai logika. Karena fakta logika dan fakta hukum itu berbeda. Misalnya, karena seseorang menghadiri satu kegiatan tertentu dan mungkin kebetulan bertemu dengan calon, lantas hal begitu diartikan mendukung. Jadi jangan logika seolah-olah sudah fakta hukum," kata Hery.
"Lain hal jika ada fakta hukumnya, misalnya dengan mengeluarkan pernyataan mendukung dan sebagainya, mungkin hal itu baru bisa disebut tidak netral," tambah Hery lagi.
Hery mengaku sudah langsung dihubungi Kapolda Sumut yang menyebut tidak akan membalas tudingan maupun pemberitaan terkait unjuk rasa itu.
"Namun sebagai anak buah yang sangat mengerti bagaimana sikap Kapolda, saya harus meyampaikan apa adanya. Bahwa Pak Kapolda adalah orang yang sangat mengerti kepada siapapun. Tidak ada keberpihakan. Kapolda patuh dan taat kepada pimpinan dan aturan. Kalau dalam istilah agama Islam Atiullaha Wa'atiurrosul Waulilamriminkum:Taat kepada Allah dan Rasulnya dan pemimpin kamu. Sebagai pemimpin yang merupakan pilihan Allah, tentunya Kapolda akan menjadi pengayom semua masyarakat. Sama seperti Pangdam dan Gubernur," pungkasnya.
Diketahui, saat unjuk rasa di Gedung DPRD Sumut, situasi sempat memanas, beberapa di antara pengunjuk rasa menaiki dan menggoncang pagar Gedung DPRD Sumut. Mereka meminta Kapolri Irjen Tito Karnavian mencopot atau memindahtugaskan Irjen Paulus Waterpauw dari jabatak Kapolda Sumut.
"Kita sama-sama tahu bagaimana kasus JR Saragih-Ance yang digagalkan. Contoh yang sama-sama kita lihat, kasus JR Saragih yang selama ini ditangani Polda Sumut lenyap begitu saja setelah adanya pernyataan dukungan JR Saragih ke pasangan calon gubernur tertentu," ungkap Koordinator aksi, Chandra Fahmi, waktu itu. Mereka pun mengaku memiliki bukti rekaman audio. Dewan Mahasiswa Sumatera Utara ini terdiri dari Unimed, UIN- SU, Dharmawangsa, Trigunadarma, STKIP-P, UMN, Amir Hamzah dan UMSU.
Aksi unjuk rasa lembaga tersebut diterima oleh Ketua dan Anggota Komisi A DPRD Sumut, yakni Nezar Djoli dan Muhri Fauzi Hafiz. (fer/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/direktur-ditpamobvit-polda-sumut-kombes-dr-hery-subiansairi-tengah-pakaian-dinas-polisi_20180427_190250.jpg)