Sumut Terkini
Video Dugaan Malpraktik Pengangkatan Rahim di RS Muhammadiyah Viral, Ini Kata Dinkes Sumut
Dalam video seorang wanita parubaya terlihat marah-marah dengan pihak rumah sakit lantaran diduga melakukan malpraktik.
Penulis: Anisa Rahmadani | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Sebuah video yang memperlihatkan seorang wanita terbaring lemas di atas tempat tidur diduga di rumah Sakit Muhammadiyah Sumut.
Dalam video seorang wanita terlihat marah-marah dengan pihak rumah sakit lantaran diduga melakukan malpraktik.
Dalam video itu dikatakan, perempuan yang berbaring itu seharusnya operasi untuk penyakit miom, namun yang terjadi malah yang diangkat bukanlah miom melainkan pengangkatan rahim.
"Udah tau kau,masih sekolah lagi anaknya dia resign dari kerjaanya gara gar kalian. Malpraktik.inilah hasilnya bukannya sembuh malah makin parah. Panggul dokternya.bukan polisi yang dipanggil. Enggak ada tanggung jawab kelen," ucap seorang perempuan dalamm video itu.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Hamid Rijal Lubis mengatakan, pihaknya sudah melakukan tinjauan ke Rumah Sakit Muhammadiyah.
"Kita sudah lakukan tinjauan ke RS Muhammadiyah hari Rabu kemarin. Dan kita sudah berkoordinasi untuk bisa memberikan keterangan tertulis. Saat ini jadwal kita untuk bertemu dengan keluarga pasien," ucapnya kepada Tribun Medan, Kamis (23/4/2026).
Dari hasil pertemuan, awalnya pasien mendapatkan pelayanan ke rumah sakit Muhammadiyah kemudian di rujuk ke rumah sakit Haji Medan.
"Ini opini kedua kami, jadi pasien mendapatkan pelayanan beberapa hari di RS Muhammadiyah, baru ke RS Haji. Nah dugaan pengangkatan rahim belum bisa kami apakan, karena masih banyak tahapan pemeriksaan yang kami lakukan. Karena ini baru satu sisi kami dapatkan informasinya,"jelasnya.
Dalam pemeriksaan ini, kata Hamid pihaknya juga berkolaborasi dengan Ombudsman Sumut.
"Benar informasi ada proses-proses di RS muhammadiyah yang pengangkat rahim tersebut namun kami harus memastikan berbagai pihak," jelasnya.
Namun, jika nantinya ada kesalahan fatal pastinya akan diberikan sanksi.
"Pasti kita akan beri sanksi tegas tergantung dengan kesalahannya bisa pencabutan izin praktik bahkan penghentian opersi rumah sakit. Semua sesuai prosedur yang berlaku," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum, RS Muhammdiyah Sumut, Ibrahim Nainggolan menjelaskan, pihaknya telah memberikan edukasi dan pemberitahuan terhadap pengangkatan rahim tersebut.
"Bahwa tidak benar rumah sakit dinyatakan melaksanakan, dokter melaksanakan operasi angkat rahim karena ada Miom itu tanpa sepengetahuan, tanpa persetujuan. Karena dokumen administrasi ditandatangani oleh keluarga," kata Ibrahim.
Menurutnya, dari awall Konsultasi sudah dijelaskan dengan pihak keluarga Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.
| Dugaan Korupsi Pembangunan Pasar Ikan, Wakil Wali Kota Sibolga Diperiksa Polda Sumut Sampai Malam |
|
|---|
| Petani di Toba Bernafas Lega, Hujan Datang Setelah Alami Musim Kemarau Panjang |
|
|---|
| Tersangka Curas di Langkat Diringkus Polisi, Kakinya Ditembak saat Diamankan, Sepucuk Senpi Disita |
|
|---|
| Harga LPG Non Subsidi Naik, Pengamat Nilai UMKM Tertekan dan Rawan Pengoplosan |
|
|---|
| Ketum Hipmi Akbar Buchari Disebut Kutip Uang Rp 3,5 Milliar dari Proyek DJKA untuk Pilkada |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Screenshot-video-yang-memperlihatkan-seorang.jpg)