Kota Medan Masih Berpotensi Banji

Kondisi hujan di Kota Medan dalam kategori normal dan bisa saja menimbulkan banjir

Tayang:
Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/Array A Argus
Jalan Letda Sudjono, Medan Tembung tenggelam setelah diguyur hujan. Banyak kendaraan yang terpantau mogok, Sabtu (20/1/2018) 

MEDAN,TRIBUN-Cuaca di Sumatera Utara, khususnya Kota Medan kerap berubah-ubah. Seminggu belakangan ini, terjadi hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang. Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, bulan Mei hingga awal Juni 2018 merupakan puncak pertama musim penghujan.

"Kondisi hujan di Kota Medan dalam kategori normal dan bisa saja menimbulkan banjir. Namun, banjir yang terjadi masuk kategori menengah," kata Staf Pelayanan Jasa BMKG Wilayah I Medan, Martha Manurung, Senin (7/5/2018). Ia mengatakan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di Kota Medan akan menimbulkan genangan-genangan air.

"Berdasarkan data yang kami himpun, di minggu pertama Mei 2018 suhu tertinggi berada di angka 34,5 derajat celcius. Itu terjadi pada tanggal 5 Mei. Terkait suhu udara, saat ini memasuki suhu terendah yaitu 32 derajat," katanya. Untuk kelembaban, sambung Martha, kondisinya menurun dua hari belakangan ini di angka 30 persen dengan kekeringan level atas.

"Kondisi hujan dengan intensitas ringan sebenarnya terjadi pula pada daerah lain. Seperti halnya Binjai, Langkat, Nias dan Gunung Sitoli," terang Martha. Kemudian, sambungnya, hujan dengan intensitas sedang terjadi di Humbang Hasundutan, Dairi, dan Tanah Karo. Sementara di Kabupaten Asahan, hujan masuk dalam kategori tinggi.

"Pemanasan matahari cukup intensif di pagi hingga siang hari. Kondisi itulah mendorong munculnya awan konvektif yang berevaporasi menjadi curahan air hujan," katanya. Memasuki Ramadan nanti, cuaca masih terpantau hujan dengan intensitas ringan. Katanya, cuaca akan lebih sejuk karena curah hujan yang cukup tinggi.

"Di Februari dan Maret, kita memasuki musim kemarau. Saat itu curah hujannya kecil dan tidak merata. Di Mei ini akan meningkat dan akan berkutang sedikit di bulan Juni," ucapnya. Sumatera utara sendiri memiliki tipe hujan Equatorial, yakni memiliki dua puncak musim hujan, pada Mei dan Oktober. Hal ini membuat wilayah Sumut hampir mendapatkan hujan sepanjang tahun.(cr12)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved