Lawan Teroris
Merinding Baca Terakhir Ipda Auzar Polisi yang Tewas Ditabrak Teroris di Markas Polda Riau
Beberapa jam sebelum peristiwa penyerangan, Ipda Auzar sempat mengirimkan pesan melalui WhatsApp.
TRIBUN-MEDAN.COM - Lagi-lagi polisi menjadi korbang serangan aksi teroris.
Setelah kerusuhan di Mako Brimob yang menewaskan lima personel Polri dan satu anggota Intel tewas disabet pisau beracun, kini Ipda Auzar tewas ditabrak mobil yang dikemudikan terduga teroris yang menyerang Markas Komando Polda Riau, Rabu (16/5/2018).
Ipda Auzar (56) anggota Pamin 2 SIM Subditregident Ditlantas Polda Riau sempat dilarikan ke rumah sakit usai terkapar ditabrak mobil yang dikendarai terduga teroris. Namun, nyawanya tak terselamatkan.
Beberapa jam sebelum peristiwa penyerangan, Ipda Auzar ternyata sempat mengirimkan pesan melalui aplikasi pesan WhatsApp.
Pesan itu terkirim pukul 07.11 WIB atau dua jam sebelum penyerangan sekitar pukul 09.00 WIB.

Pesan terakhir Ipda Auzar
Pesan itu disampaikan Ipda Auzar kepada sejawatnya menyambut datangnya bulan suci Ramadan tahun ini. Pesan terakhir Ipda Auzar itu diunggah oleh Anton Juliztyo di akun Facebooknya pada Rabu, 16 Mei 2018 pukul 12.00 WIB.
"Selamat jalan Pak haji Auzar baru td pagi bpk wa suami saya skrng bpk udh di panggil yang maha kuasa, saya baru ketemu sm bpk," tulis Anton disertai screenshoot pesan WhatsApp Ipda Auzar yang diterimanya.
Ipda Auzar menjadi salah satu anggota kepolisian yang menjadi korban penyerangan terduga teroris di Polda Riau pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Pria yang sehari-harinya bertugas sebagai anggota Pamin 2 SIM Subditregident Ditlantas Polda Riau itu ditabrak oleh mobil Toyota Avanza putih yang dikendari salah satu pelaku penyerangan.
Ipda Auzar saat itu berusaha mengadang laju mobil tersebut yang hendak kabur dari halaman Polda Riau.
"Sopir hendak melarikan diri menggunakan kendaraan tersebut, akibatkan anggota tertabrak dan meninggal dunia, yakni Ipda Auzar," ujar Kabid Humas Polda Riau, AKBP Sunarto dalam keterangannya kepada wartawan usai insiden penyerangan itu.
Sunarto menjelaskan dua polisi yang mengalami luka bacok, yakni Brigadir Jon Hendrik, anggota Propam (Profesi dan Pengamanan) dan Kompol Farid Abdulah. Selain anggota polisi, dua wartawan pun menjadi korban.
Mereka adalah Rian Rahma, kontributor TVOne yang mengalami luka di bagian pipi dan Rahardi dari MNC mengalami luka di dipinggang.
Semua korban luka penyerangan terduga teroris itu masih dilakukan perawatan di RS Bhayangkara, Pekanbaru.
Menurut keterangan dari sejumlah orang yang mengenal Ipda Auzar, polisi yang satu ini dikenal baik dan bahkan sangat bagus bersosialisasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ipda-auzar_20180516_135715.jpg)