Lawan Teroris
Satuan 81 Kopassus Akan Ganyang Teroris, Dibentuk Era Moerdani, Dipimpin Duet Luhut-Prabowo
Pasukan TNI akan dilibatkan memerangi terorisme. Ada 3 satuan elite, Satuan 81 Kopassus TNI AD, Denbravo 90 Paskhas TNI UA, dan Denjaka TNI AL
Penerbangan dengan pesawat DC-9 Woyla berangkat dari Jakarta menuju Medan, pada 28 Maret 1981 pada pukul 08.00 pagi. Transit di Palembang. Dalam penerbangan lanjutan, pesawat tiba-tiba dibajak lima orang teroris yang menyamar penumpang.
Setelah mendarat sementara untuk mengisi bahan bakar di Bandara Penang, Malaysia, pesawat diterbangkan dan mengalami drama puncaknya di Bandara Don Mueang di Bangkok, Muang Thai tanggal 31 Maret.
Operasi militer pun diempuh. Asintel Panglima ABRI Mayjen LB Moerdani memimpin pembebasan sandera, yakni 5 awak pesawat dan 44 penumpang (tidak termasuk termasuk para pembajak). Kapasitas pesawat buatan McDonnell Douglas itu 102 penumpang .
Persoalannya, saat itu, para prajurit Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), berubah nama menjadi Kopassus, yang sudah latihan antiteror sedang mengikuti Latgab di Ambon. Perwira senior di Markas Kopassus tinggal Letkol Sintong Panjaitan. Ia tak turut ke Ambon karena kakinya patah ketika latihan terjun payung. Berjalan saja, Sintong harus dibantu tongkat.
Namun ia paksakan memimpin operasi pembebasan sandera, kru dan penumpang Garuda Woyla. Sintong akhirnya memaksakan diri berjalan tanpa tongkat begitu Komandan Kopasandha Brigjen Yogie S Memet memerintahkannya memimpin operasi.
Mantan wartawan Kompas, Dudi Sudibyo, yang meliput upaya pembebasan itu, sebagaimana dikuttip Tribun-Medan.com dari xdetik.com (detikX), menggambarkan pembebasan berjalan lancar, dan hanya butuh waktu 3 menit.
Kapten Pilot Herman Rante dan seorang anggota Kopasandha, Capa Ahmad Kirang tertembak. Mereka meninggal beberapa hari kemudian saat dalam perawatan. Adapun kelima pembajak tewas, sebagian meninggal dalam perjalanan ke Jakarta, sebagian lainnya dikabarkan dieksekusi usai intelijen menggali informasi mendetail dari mereka.
Pasukan elite TNI sesusai matranya. Satuan-satuan itu adalah:
1) SATUAN 81 KOPASSUS
Peristiwa pembajakan Gauruda Woyla 1981 menjadi momentum pembentukan Satuan 81/Penanggulangan Teror Kopasandha (Kopassus/Komando Pasukan Khusus TNI AD).
Kopassus sendiri dibentuk atau lahir pada 15 April 1952. Adalah Kolonel Alexander Evert Kawilarang peletak dasar-dasar untuk Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi, kemudian namanya diubah menjadi Kopassus.
Satuan 81/Penanggulangan Teror (Satgultor) Kopassus, dulunya lebih dikenal sebagai Sat-81/Gultor adalah satuan setingkat dengan grup. Personelnya merupakan prajurit terbaik dari seluruh prajurit TNI AD, bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur. Moto satuan ini adalah "Siap Setia Berani".
Berdirinya Satuan Gultor mengantisipasi maraknya tindakan pembajakan pesawat terbang dekade tahun 1970-1980. Saat itu, Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) ABRI (membawahi TNI dan Polri) Letjen TNI LB Moerdani menetapkan lahirnya sebuah kesatuan baru setingkat detasemen di lingkungan Kopassandha (Kopassus).
Jenderal TNI Leonardus Benyamin Moerdani, atau LB Moerdani, atau kerap disebut Benny Moerdani seorang sosok terpandang di kalangan militer senior. Pengalamanannya dalam hal intelijen dan operasi senyap sangat menakjubkan. Karier tertingginya adalah Menteri Negara/Panglima ABRI, lalu Menteri Pertahanan dan Keamanan. Ia meninggal 29 Agustus 2004.
Keberhasilan Kopassus 34 tahun lalu dalam pembebasan sandera teroris yang membajak Pesawat Garuda di Thailand menjadi tonggak sejarah penanggulangan aksi teror di Indonesia. Pembebasan sandera pada tahun 1981 yang dikenal sebagai Operasi Woyla tersebut menjadi cikal bakal dibentuknya Satgas Penanggulangan Teror (Gultor) Satuan-81 Kopassus.
Dikutip dari beberapa situs, antara lain Wikipedia, Detasemen 81 (Den-81) Kopassandha atau Satuan 81-Gultor terbentuk pada 30 Juni 1982. Satuan 81-Gultor dibentuk atas prakarsa LB Moerdani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pasukan-elite-satuan-81-denbravo-denjaka_20180517_124810.jpg)