Penambang Belerang Nekat Taruh Nyawa Hasilkan 'Uang Instan' di Gunung Merapi Aktif
Mereka mulai bekerja setelah tengah malam dengan mendaki gunung berapi yang perjalanannya sangat panjang
Suhu bisa melebihi 400 derajat Celcius (752 Fahrenheit).
Menurut Peter Kelly, geokimia gas dengan USGS, api ini juga cukup langka.
"Ijen luar biasa dalam hal telah mempertahankan kondisi khusus yang menyebabkan terjadinya api biru untuk waktu yang lama," kata Kelly kepada CNN.
Di tempat itu, selusin pria Indonesia bekerja dalam kegelapan, menggunakan tiang-tiang logam panjang untuk memecahkan potongan-potongan kuning dari lantai kawah.
Mereka memanen belerang.
Mineral keras dan berkapur ini terbentuk di sekitar lubang yang menyemburkan awan abu-abu dan asap kuning dari dalam gunung berapi.
Ketika fajar menyingsing, akan terlihat sebuah danau dari tempat para penambang bekerja.
Danau kawah berwarna biru kehijauan, dengan asap mengepul dari permukaannya.
Air di danau hangat untuk disentuh dan sedalam 200 meter.
Danau ini juga sangat asam, hasil dari gas vulkanik seperti belerang dioksida yang larut ke dalam air.
Hanya dengan mencelupkan beberapa jari ke dalam air, jari-jari akan terbakar.
Pada saat-saat itu, para pria itu batuk dan muntah, berjuang melawan asap.
"Tidak ada masker!" kata seorang penambang dengan tawa yang tercekik.
Dia menunjuk pada masker gas yang kita kenakan.
Seperti kebanyakan penambang lain di sini, pria ini dilengkapi dengan kain yang diikatkan untuk menutupi hidung dan mulutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/penambang-belerang_20180522_031746.jpg)