Peringatan Tri Suci Waisak di Vihara Sinar Buddha Berlangsung Meriah, Ini Harapan Indra Wahidin

Panglima Kostrad Tri Bowo Budi Santoso, anggota DPRD Sumut, DPRD Medan Hasyim, dan beberapa tamu kehormatan lainnya hadir.

TRIBUN MEDAN/Septrina Ayu Simanjorang
Upacara pemandian Rupang Pangeran Siddharta di Vihara Sinar Buddha oleh Perkumpulan Sinar Budha Indonesia (BLIA), Selasa (29/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang

 

TRIBUN-MEDAN.com, Medan - Peringatan Tri Suci Waisak 2562BE/2018 yang dilaksanakan di Vihara Sinar Buddha berlangsung meriah, Selasa (29/5/2018).

Acara dibuka dengan penyambutan tamu kehormatan.

Pangkosekhanudnas III/Medan Marsekal Pertama TNI Tri Bowo Budi Santoso, anggota DPRD Sumut, DPRD Medan Hasyim, dan beberapa tamu kehormatan lainnya hadir dalam acara ini.

Setelah tamu masuk, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya dan tri ratna.

Acara kemudian dilanjutkan oleh kata sambutan oleh presiden BLAI yakni Anthoni Sen, Ketua WALUBI Indra Wahidin, Uphasaka Panditha Burhan, dan Panglima kostrad Tri Bowo Budi Susanto.

Paa kesempatan ini Ketua WALUBI Indra Wahidin menyampaikaan ucapan selamat hari Tri Suci Waisak dan menegaskan bahwa acara ini tidak ada sangkut paut dengan politik karena satu anggota DPRD yang datang dari satu partai pendukung calon Gubernur Sumatera Utara.

Setelah kegiatan tersebut dilakukan Puja Bakti. Ribuan peserta tampak mengikuti kebaktian ini. Dalam kegiatan ini, dilakukan pula acara Pemandian Rupang Pangeran Sidharta. Makna dari pemandian ini adalah untuk mengingatkan diri hendaknya senantiasa membersihkan pikiran, ucapan, dan perbuatan, sebagaimana yang diajarkan Guru Agung Sang Budha, untuk memperoleh hidup damai dan tentram.

Selain puja bakti, acara ini diisi pula oleh kegiatan sosial seperti donor darah. Acara ini diikuti oleh puluhan orang. Kegiatan ini dilaksanakan di dalam ruangan Water Drop Vihara Sinnar Budha yang terletak di Jalan Suka Damai, Medan Polonia, Kota Medan.

Lantai 1 diisi kegiatan bazar makanan dan souvenir. Terdapat ratusan stand yang menjajakan makanan dan minuman yang bervariasi. Mulai dari jajanan seperti jajanan pasar, dimsum dan makanan berat seperti nasi andaliman, nasi lemak, nasi belinjo.

Untuk arena souvenir, dijual beragam lukisan, barang kebutuhan rumah tangga , kain, dan kaset kaset DVD. Jika belum cukup puas dengan makanan yang ada di dalam lantai 1, dapat beralih ke Pesta Taman Waisak yang ada di bagian luar Vihara.

Pesta Taman Waisak di luar Vihara dimeriahkan oleh puluhan stand yang menjual makanan. Tidak hanya makanan khas mandarin, di luar acara banyak dijual makanan dalam negeri seperti martabak telur, sayur, dan lontong. (cr18/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved