infografis

10 Hewan Aneh Yang Para Ilmuwan Temukan di Kedalaman Laut Australia

Ekspedisi ini merupakan kali pertama lautan Australia dijelajahi dari kedalaman 4000 sampai 6000 meter.

hai.grid.id
Hewan Laut Dalam Australia 

Foto Bob Lahi.

TRIBUN-MEDAN.com - Sebuah tim beranggotakan 58 ilmuwan telah menyelesaikan ekspedisi selama satu bulan penuh di kedalaman laut Australia.

Ekspedisi ini merupakan kali pertama lautan Australia dijelajahi dari kedalaman 4000 sampai 6000 meter.

Sesuai harapan, para ilmuwan tersebut berhasil menemukan berbagai jenis makhluk baru.

Hewan-hewan di kedalaman laut ini harus beradaptasi dengan lingkungan yang gelap, memiliki tekanan tinggi, dan sedikit makanan.

Maka nggak heran apabila hewan-hewan yang ditemukan para ilmuwan ini memiliki bentuk-bentuk yang aneh bahkan menyeramkan.

1. Glass Sponge

Glass sponge ini memiliki kerangka yang terbuat dari filamen silika, dan bisa hidup mencapai panjang satu meter.

2. Kepiting Merah Berduri

Kepiting berwarna merah terang ini memiliki cangkang berduri yang melindunginya dari bahaya di kedalaman. Makhluk ini sebenarnya lebih ke kelomang daripada kepiting biasa.

3. Peanut Worm

Peanut Worm (cacing kacang) adalah cacing laut yang dapat bereproduksi secara seksual maupun aseksual. Dibanding kacang, bentuknya lebih mirip itu yaa heuheuu..
 

4. Coffinfish

Coffinfish misterius ini memiliki mata kebiruan, kaki merah, yang mirip anglerfish. Ikan ini berpotensi menjadi spesies baru.

5. Cookiecutter Shark

Hiu kecil yang menyeramkan ini tinggal di kedalaman hingga seribu meter. Dengan gigi-giginya yang tajam, mereka mengincar ikan-ikan besar seperti paus, lumba-lumba, atau mungkin juga para penyelam.

6. Lizard Fish

Menjadi predator dominan di kedalaman 1000–2500 meter tidaklah mudah dan sumber makanan pun sangat sedikit

7. Blob Fish

Blob fish ini ditemukan di kedalaman 2,5 kilometer di perairan New South Wales. Ikan ini memiliki kulit yang lembek.

8. 'Faceless' Fish

Ikan yang nggak memiliki mata ini ditemukan di kedalam 4 kilometer. Ikan ini ditemukan kembali di Australia setelah pertama kali ditemukan 140 tahun yang lalu.
Sumber: Hai.Grid.id
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved