Kecoa Itu Obat? Siapa Sangka Budidaya Bisa Hasilkan 6 Miliar Ekor Setahun, Simak Manfaat Lainnya
Mifta menjual kecoa dewasa produktif dengan harga Rp 50.000-Rp 75.000 per pasang.
TRIBUN-MEDAN.COM -Tak biasa, di Tiongkok ada sebuah peternakan yang membudidayakan kecoa.
Budidaya kecoa itu dilakukan tepatnya di Xichang, Provinsi Sichuan.
Dalam waktu setahun, budidaya itu menghasilkan enam miliar kecoadewasa.
Bukan tanpa alasan, budidaya kecoa itu dilakukan untuk keperluan pengobatan.
Tapi yang dibudidaya di peternakan itu bukanlah kecoa biasa.
Dikutip dari Bastille Post, peternakan itu membudidayakan kecoa Amerika (The Periplaneta Americana).
Kecoa Amerika ini punya karakteristik berbeda dengan kecoalainnya.
Baca: Dituduh Membunuh tapi Akhirnya Bebas dari Hukuman Mati di Arab, 2 TKW: Terima Kasih Pak Jokowi!
Berdasarkan penuturan dari pihak peternakan, kecoa Amerika punya leher berwarna putih dan bagian itulah yang akan digunakan sebagai obat.
Saat proses pengembangbiakan, kecoa disimpan dalam ruangan gelap di bawah suhu 10 derajat Celcius.
Setelah dewasa, kecoa-kecoa itu dipanen kemudian diolah menjadi ekstrak.
Esktrak dari kecoa Amerika itu dikatakan sangat efektif untuk mengatasi berbagai penyakit dan bagus untuk terapeutik.(*)
Raup Jutaan Rupiah Per Bulan
Mendengar nama kecoa mungkin yang terpikir di benak kita adalah binatang bau dan menjijikkan yang ada di tempat-tempat kotor dan lembab. Tetapi pandangan itu hanya berlaku buat kecoa lokal. Lain halnya dengan kecoa Madagaskar.
Kecoa Madagaskar dengan nama latin Gromphadorhina portentosa merupakan salah satu kecoa terbesar yang ada di jagad raya. Pada usia produktif sekitar enam sampai delapan bulan, panjangnya bisa mencapai 9 centimeter (cm). Saat usianya lebih dari setahun panjangnya bisa 13 cm.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kecoa-kecoa-fh_20150820_172508.jpg)