Tiga Perawat TKW Taiwan Dipecat Gara-gara Video Tik Tok, Terancam Denda Rp 1,3 Miliar

Dari daerah Hsinchu diberitakan, terdapat 3 orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai pengasuh lansia

Kolase
Perawat di panti jompo berimain Tik Tok saat bekerja 

TRIBUN-MEDAN.com - Dari daerah Hsinchu diberitakan, terdapat 3 orang pekerja migran Indonesia (PMI) yang bekerja sebagai pengasuh lansia yang melakukan tindakan yang tak etis dan mengejutkan banyak pihak.

Dalam sebuah tayangan video terlihat bahwa 2 TKW ini tampak bersenang-senang, berjoget dan bahkan terlihat mempermainkan majikan yang tampak lemah tak berdaya tergeletak di ranjang tempat tidur.

TKW yang dikabarkan tengah mengganti popok majikannya ini bahkan dengan sengaja mengekspos aurat majikannya yakni dada dan alat vital lansia tersebut dalam video singkat yang diambil oleh salah seorang TKI lainnya.

Bahkan sembari berjoget salah seorang TKW yang bekerja sebagai perawat di salah satu panti jompo di Taiwan ini tampak memegang cermin dan menunjukkan bagian bokong majikannya ke kamera.

Selain itu terdapat juga seorang TKI yang tengah menuangkan susu ke dalam tabung steril untuk pasien yang tampak berjoget dan bermain-main saat tengah melakukan tugasnya.

Seperti yang dilansir Savebmi.com, dalam rekaman video tersebut para TKI ini tampak tengah berjoget dan membuat video lagu dangdut yang tengah viral di kalangan masyarakat Indonesia.

Simak videonya di sini:

Hal ini tentu saja melanggar norma dan aturan kode etis perawat yang bertugas menjaga lansia

Banyak netizen yang geram atas tingkah laku yang tak wajar kedua TKI tersebut.

Departemen Kesehatan distrik Hsinchu mengatakan bahwa tindakan itu merupakan pelanggaran fatal yang berakibat pemecatan dan dapat dikenakan denda maksimal hingga NT$ 3 juta atau senilai Rp 1,3 Miliar.

3 TKW Taiwan Yang Viral Karena Video TIK TOK Dipecat Dengan Tidak Hormat dan Terancam Denda NT$ 3 Juta

Menanggapi viralnya kecaman media terhadap video yang membongkar identitas seorang warga negara Taiwan yang telah lanjut usia dan diketahui dirawat di panti jompo Huan Xin di kota Hsinchu, Taiwan bagian utara, pihak panti jompo pun mengambil langkah penanganan yang bijak.

Pihaknya meminta para media yang memposting berita ini untuk mengaburkan wajah pasien yang dirawat dengan alasan menjaga privasi pasien. 

Tak hanya itu, pihak panti jompo Huan Xin juga secara resmi melalui akun media sosial mereka meminta maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan ini.

Direktur panti jompo tersebut meminta maaf sedalam- dalamnya karena kurangnya pendidikan dan pelatihan staf perawat yang bekerja di panti jompo tersebut terkait penanganan privasi pasien.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved