Ramadan 1439 H

Jelang Lebaran, BBPOM Medan Minta Konsumen Hindari Membeli Kue dan Manisan Curah dan Terbuka

Konsumen harus menghindari membeli kue lebaran dan manisan yang dijual curah dan terbuka, khususunya makanan yang tidak begitu kering.

Jelang Lebaran, BBPOM Medan Minta Konsumen Hindari Membeli Kue dan Manisan Curah dan Terbuka
TRIBUN MEDAN/Liska Rahayu
Sejumlah pedagang kue lebaran musiman mulai muncul di pasar-pasar tradisional. BBPOM mengingatkan konsumen agar teliti membeli kue dan manisan untuk lebaran 

Selain tempat kue curah, wadah pembungkus kue curah harus juga diperhatikan. Sebab beberapa bungkus seperti plastik hitam atau kertas koran dapat membahayakan tubuh karena mengandung bahan-bahan kimia dan daur ulang.

Yulius juga mengimbau masyarakat agar tidak membeli manisan dengan warna yang terlalu terang dan mencolok. Sebab dikhawatirkan makanan tersebut tidak menggunakan pewarna makanan.

“Manisan juga, yang kita perhatikan pewarnanya. Jadi kalau pewarna makanan itu, pasti enggak terlalu ngejreng. Jadi kalau seandainya ngejreng, itu dikhawatirkan pakai pewarna sembarangan. Konsumen kalau lihat warnanya terlalu ngejreng, gak usah belilah,” ujanyar.

Sementara itu, jelang lebaran, banyak ditemukan penjual kue musiman di pasar-pasar tradisional. Diakui salah satu pedagang kue lebaran di Pusat Pasar, Floren, penjualan kuenya meningkat hingga 100 persen. Biasanya, orang-orang banyak membeli kacang-kacangan untuk hari raya.

“(Pedagang) musiman. Kuenya diambil dari orang lain, kami cuma jual aja,” katanya saat ditanya mengenai kue-kue yang dijualnya.

Floren mengatakan, kue yang dijualnya per kilo dengan harga bervariasi. Adapun rata-rata harga berkisar Rp 70 ribu untuk kue kering, dan Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu untuk kue basah.

Senada dengan dengan Floren, penjual kue musiman lainnya di Pasar Petisah, Fitri pun mengaku bahwa kue yang dijualnya diambil dari pemasok.

“Musiman aja. Kuenya bukan kita yang buat, kita cuma jual. (Diambil) dari orang,” ucapnya.

Tidak hanya kue lebaran, manisan pun cukup banyak diminati. Penganan buah-buahan ini dibanderol seharga Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu per kilo.

(cr5/tribun-medan.com)

Penulis: Liska Rahayu
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved