Kakek Ini Minta Kemenangan Cagub Jabar pada Nyi Roro Kidul, Pengakuannya Mengejutkan

“Awalnya bertemu sama beberapa orang yang bukan pendukung Pak Deddy-Dedi itu di penginapan milik tetangga.''

Editor: Tariden Turnip
istimewa
Komunitas paranormal Jawa Barat memberikan dukungan pada satu cagub di Jabar 

TRIBUN-MEDAN.COM -  Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mengaku diserang dengan kampanye hitam berupaya video timnya memohon kemenangan kepada Nyi Roro Kidul.

Video berdurasi 3.53 menit beredar luar di dunia maya menunjukkan sejumlah warga dipimpin oleh seorang laki-laki paruh baya. Dengan menggunakan bahasa sunda, ia meminta sang Ibu, diduga ditujukan kepada Nyi Roro Kidul untuk memenangkan Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Ritual dilakukan di dalam sebuah gua, lengkap dengan sesajen, mulai bunga, rokok, bebebrapa gelas kopi hingga kepala kambing yang disimpan dalam sebuah nampan dari anyaman bambu.

Adegan selanjutnya adalah menghanyutkan nampan ke laut. Belum diketahui lokasi pembuatan video tersebut.

Belakangan terungkap pemimpin ritual ini adalah  kakek bernama Endang (75).

Endang mengaku dibayar Rp 200.000 untuk menjadi dukun dadakan oleh sekelompok orang.

Dia direkam dalam video yang belakangan diduga dijadikan kampanye hitam kepada pasangan nomor urut empat di Pilgub Jabar, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi.

Pengakuannya itu muncul setelah dirinya dimintai keterangan tim sukses nomor empat dan merasa bersalah karena disuruh oleh tim sukses pasangan lain di Pilgub Jabar.

Kakek renta yang kesehariannya sebagai pengantar wisata ziarah di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, itu merupakan warga asli setempat. Dia kaget ketika tahu video tersebut disalahgunakan.

"Saya disuruh beberapa orang warga Kota Bandung untuk jadi dukun dadakan dan dibayar Rp 200 ribu. Mereka mengaku tim sukses pasangan lain, tapi saya disuruh menyebut mendukung pasangan Deddy-Dedi di gua yang sudah banyak sesajen sambil direkam," jelas Endang saat ditemui di kediamannya, Minggu (17/6/2018).

Endang menuturkan, awal mula dia bertemu dengan beberapa orang yang membayarnya di sebuah penginapan tak jauh dari rumahnya.

“Awalnya bertemu sama beberapa orang yang bukan pendukung Pak Deddy-Dedi itu di penginapan milik tetangga. Gak jauh dari sini. Mereka bilangnya mau ziarah dan minta saya antar. Ya sudah, saya antarkan,” tambah dia.

Endang (75), seorang kakek warga Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, mengakui dibayar menjadi dukun dadakan oleh tim sukses lain yang diduga kampanye hitam ke paslon nomor empat Pilgub Jabar Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. Dirinya mengaku bersalah setelah video pura-pura jadi dukunnya tersebar di media sosial beberapa waktu lalu.
Endang (75), seorang kakek warga Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, mengakui dibayar menjadi dukun dadakan oleh tim sukses lain yang diduga kampanye hitam ke paslon nomor empat Pilgub Jabar Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi. Dirinya mengaku bersalah setelah video pura-pura jadi dukunnya tersebar di media sosial beberapa waktu lalu. (KOMPAS. com/IRWAN NUGRAHA)

Seusai rombongan tersebut sampai di sebuah gua di Pantai Jayanti, mereka meminta Endang untuk menjadi dukun dadakan.

Ternyata, mereka sudah menyiapkan bunga rampai, kemenyan dan kepala kambing untuk melakukan ritual. Dirinya pun disuruh memakai Iket hitam dan pakaian pangsi yang telah disiapkan oleh mereka.

“Saya tadinya gak mau pak. Tetapi saya langsung diberi uang Rp 200 ribu. Akhirnya saya lakukan saja, karena benar saya nggak tahu rekamannya nanti untuk apa. Terus terang Pak, saya tidak membawa apa-apa ke lokasi itu. Semua sudah siap begitu saja,” ujarnya polos.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved