Wanita Mesir Buka-bukaan: Lebih Mudah Mengenakan Hijab di London daripada di Kairo

Tetapi dalam beberapa tahun terakhir terjadi perubahan, terutama di kalangan perempuan kalangan atas.

Editor: Tariden Turnip
DOK PRIBADI
Dalia Anam mengaku dilarang masuk rumah makan kelas atas di Mesir karena dia berhijab 

'Bertahan berjihab'
Dan ini bukan hanya terkait dengan pelarangan masuk tempat-tempat tertentu. Meskipun sebagian besar perempuan Muslim di Mesir berhijab, sebagian menghadapi kesulitan dalam menghadapi tekanan lingkungan.

Dari semua orang yang saya ajak berbicara menyatakan semakin banyak perempuan kelas atas Mesir yang menanggalkan hijab dan yang masih berhijab mengaku sering kali dipertanyakan mengapa masih mengenakannya.

Manal Rostom membuat kelompok Facebook untuk membantu <a href='https://medan.tribunnews.com/tag/hijab' title='hijab'>hijab</a>ers.

Manal Rostom membuat kelompok di Facebook untuk membantu hijabers/NIKE.

Manal Rostom, warga Mesir, apoteker dan model hijabi pertama Nike menamakannya sebagai "zaman anti-hijab".

"Semua teman dan kerabat melepas hijab lalu mengatakan bahwa saya adalah satu-satunya orang yang masih mengenakannya.

"Saya tersulut, dan mengatakan saya tidak ingin siapapun mempengaruhi pikiran saya, dan memutuskan mendirikan 'Bertahan Berhijab'," kata Manal, 38 tahun yang tinggal di Dubai.

Kelompok Facebook Surviving Hijab diluncurkan sebagai kelompok tertutup di tahun 2014 dengan tujuan membantu perempuan di dunia yang mengenakan hijab, berpikir untuk memakainya atau bahkan sudah melepasnya, atau sedang berjuang untuk mengenakannya kembali.

Kelompok ini sekarang memiliki lebih 620.000 anggota perempuan, sebagian besar dari Mesir.

Kelompok Surviving Hijab memiliki ratusan ribu anggota.

Kelompok Surviving Hijab memiliki ratusan ribu anggota/RANYA ESSAM.

Manal mengatakan kelompok ini terbukti berhasil karena "memang ada kebutuhan akan platform seperti ini".

"Perempuan takut membicarakan masalah yang mereka hadapi terkait hijab... kelompok ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk berbicara dan saling membantu."

Manal berharap masyarakat akan mencapai tahap dimana tidak dipermasalahkan lagi apakah seseorang berhijab atau tidak.

'#MyChoice'
Stigma pemakaian hijab di antara kelas atas Mesir juga menjadi salah satu pemicu kampanye media sosial #MyChoice yang diluncurkan pada bulan Mei.

Salah satu pendiri kampanye ini, Heba Mansour, 30 tahun, mengatakan dia mengalami "gegar budaya" saat pindah ke Mesir tiga tahun lalu setelah tinggal di luar negeri dengan keluarganya.

"Anda diejek dan direndahkan karena berhijab," kata Heba, yang bekerja sebagai penasehat di American University, Kairo dan baru saja menyelesaikan S2 tentang kepemimpinan pendidikan.

Halaman
123
Sumber: bbc
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved