Kapal Tenggelam

Sangat Berharap Anaknya Ditemukan, Syafrizal Sudah Siap Terima Bagaimanapun Kondisi Affandi

Hingga hari ke tujuh proses pencarian, Syafrizal masih setia menunggu kabar pencarian terhadap anaknya.

Sangat Berharap Anaknya Ditemukan, Syafrizal Sudah Siap Terima Bagaimanapun Kondisi Affandi
IST
Syafrizal orang tua dari korban yang bernama Affandi, menunggu di posko tim SAR, Minggu.

Laporan wartawan Tribun Medan / M Fadli

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tujuh hari pascatenggelamnya kapal mesin Sinar Bangun di perairan Danau Toba masih belum menemui titik terang keberadaan korban yang hilang.

Baca: Adik Kandung Korban Hilang Langsung Terjun Mencari ke Danau Bersama Warga

Baca: Hotman Paris Menangis dan Robek Baju, tak Tega Tonton Video Amatir tentang KM Sinar Bangun

Baca: MENGERIKAN! Kalah atas Jerman, Pemain Swedia Jimmy Durmaz Diancam Pembunuhan

Helikopter Basarnas HR 3604 tiba untuk membantu pencarian korban hilang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018) lalu, yang menelan korban diduga seratusan jiwa.
Helikopter Basarnas HR 3604 tiba untuk membantu pencarian korban hilang KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Senin (18/6/2018) lalu, yang menelan korban diduga seratusan jiwa. (Tribun-Medan.com/M Andimaz Kahfi)

Seperti Keluarga Affandi atau yang akrab disapa Pandit, hingga hari ke tujuh proses pencarian masih setia menunggu kabar perkembangannya.

Orang tua Affandi, Syafrizal melalui telepon seluler saat dikonfirmasi oleh Tribun Medan, Minggu (24/6/2018) mengatakan, apapun keadaan Pandit, keluarga tetap menerima.

Hingga kini belum ada tanda-tanda ditemukannya Affandi maupun korban lainnya.

"Belum ada ditemukan. Untuk keterangan dari pihak tim SAR, ya tetap untuk bersabar, karena semua masih berupaya di sini," ujarnya.

Meski belum ditemukan, keluarga Pandit mulai terjadinya peristiwa nahas tersebut masih tetap menunggu kabar anaknya di dermaga Tigaras.

Baca: Masa Tenang Spanduk Larangan Pilih Pemimpin Kafir Bertebaran di Kota Medan

Baca: Anda Termasuk Orang yang Malas Bergerak? Duh, Inilah Potensi Penyakit Mengerikan yang Muncul

Baca: Salurkan Bantuan, Menteri Sosial Perintahkan Bupati Data Warganya yang Jadi Korban KM Sinar Bangun

"Saya dari kejadian, hingga kini, baru satu kali pulang ke rumah untuk mengambil perlengkapan selama berada di sini. Kalau untuk makan, disediakan pihak tim SAR, namun untuk tempat tinggal tidak ada," sambungnya dalam jaringan telepon seluler kepada Tribun Medan.

Peristiwa tenggelamnya kapal mesin Sinar Bangun di perairan Danau Toba terjadi pada Senin (18/6/2018) lalu.

Adapun data sementara para korban yang dihimpun yakni, 18 orang selamat, tiga meninggal dunia dan lebih kurang 194 orang dinyatakan hilang pada peristiwa nahas tersebut.

(cr3/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Fadli Taradifa
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved