Jalur Pantai Timur Jarang Terawasi, Jadi Lokasi Pengiriman Sabu

Deputi Bidang Pemberantasan Narkoba BNN RI, Irjen Arman Depari mengatakan jalur Pantai Timur jadi lokasi pengiriman sabu

Editor: Array A Argus
TRIBUN-MEDAN/Sofyan Akbar
Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Arman Depari saat melakukan pemaparan penangkapan bandar sabu di Jalan Tritura, Selasa (20/3/2018). 

MEDAN,TRIBUN-Deputi Bidang Pemberantasan Narkoba BNN RI, Irjen Arman Depari mengatakan, permasalahan narkoba di Indonesia kian memburuk.

Dalam waktu tiga bulan terakhir, sambung Arman, pihaknya berhasuil mengamankan 5,4 ton sabu. Menurut Arman, tingginya angka peredaran narkoba ini tak terlepas dari kurangnya pengawasan petugas di jalur Pantai Timur.

"Kenapa jalur Sumatera-Aceh menjadi jalur favorit termasuk juga ke Riau, karena jalur Pantai Timur Sumatera menjadi jalur yang tidak terawasai dan dekat dari Malaysia, Thailand dan Laut Andaman. Untuk itu, BBN memperketat pengawasan dan koordinasi dengan Bea Cukai, TNI Angkatan Laut serta Kepolisian," kata Arman, Sabtu (23/6).

Saat menghadiri acara Sosialisasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba yang digagas oleh Perhimpunan Masyarakat Tionghoa Indonesia Sumut di Hee Lai Ton Restaurant di Gedung Yayasan Tio Ciu Jalan Gandhi, Medan Baru, mantan Kapolres Langkat ini mengajak semua pihak untuk memerangi narkoba.

Baca: BNN Siantar Ringkus Pengedar Sabu Modus Amplop Lebaran

Katanya, pemakai narkoba di Indonesia sudah melebihi konsensus internasional yaitu dua persen dari jumlah penduduk.

Penduduk Indonesia pada tahun 2014, sambung Arman, mencapai 250 juta jiwa. Peneltian Universitas Indonesia (UI) dan BNN menyebutkan, jika pemakai narkoba di Indonesia sebesar 2,25 persen.

"Artinya, jumlah pemakai mencapai 4 hingga 4,5 juta orang yang setara dari penduduk negara tetangga, Singapura," ungkap Arman.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjend Arman Depari (kaos biru) menunjukkan jaringan pengedar sabu di Sumatera Utara. Dalam kasus ini, satu tersangka bernama Benny tewas ditembak, Sabtu (14/1/2017). (Tribun Medan / Array)
Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjend Arman Depari (kaos biru) menunjukkan jaringan pengedar sabu di Sumatera Utara. Dalam kasus ini, satu tersangka bernama Benny tewas ditembak, Sabtu (14/1/2017). (Tribun Medan / Array) (Tribun Medan / Array)

Dari data tersebut, sambung Arman, dapat dilihat pula jumlah pecandu yang tewas tiap harinya. Kata Arman, perharinya itu ada 30 sampai 37 pecandu yang tewas akibat penyalahgunaan narkoba.

"Marilah sama-sama kita perangi narkoba ini. Jangan sampai generasi muda rusak akibat barang haram tersebut," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Juswan Tjoe mengatakan siap mendukung program yang digagas BNN. Dirinya bersama warga Tionghoa Sumatera Utara akan memberikan informasi yang seluas-luasnya pada masyarakat tentang bahaya narkoba.(cr17)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved