Operasi Barbarossa yang Mengerikan, Benarkah Rusia Tanah Terkutuk Bagi Jerman?

Hitler mengatakan secara gamblang bahwa rakyat Jerman butuh tanah dan ruang untuk hidup

Tayang:
tribunmedan
Operasi Barbarossa 

Pengerahan kekuatan ini menjadikan Operasi Barbarossa (22 Juni 1941 – 5 Desember 1941) sebagai yang terbesar dalam sejarah.

Blunder Hitler

Mulai dari molornya waktu operasi dari jadwal yang ditentukan, terpecahnya konsentrasi peperangan, hingga pengalihan pasukan tengah yang telah bersiap merebut Kota Moskow untuk bergerak ke selatan.

Hitler membagi grup pasukan daratnya dalam tiga jalur penyerangan. Grup pertama ke utara dipimpin Jenderal Wilhelm von Leeb menuju Leningrad. Grup kedua melalui jalur tengah menuju Smolenks dan Moskow dipimpin Jenderal Fedor von Bock.

Dan Grup ketiga di selatan menuju Kiev, Ukraina dipimpin Jenderal von Rundstedt.

Hitler dan para jenderalnya menyiapkan Operasi Barbarossa.
Hitler dan para jenderalnya menyiapkan Operasi Barbarossa.

Uni Soviet yang dipimpin Diktator Joseph Stalin, sebenarnya pada kondisi lengah menerima gempuran tak terduga Operasi Barbarossa.

Dari sisi jumlah personel dan alutsista, Uni Soviet memang jauh lebih besar ketimbang Jerman, walaupun sejumlah alutsistanya sudah terbilang tua.

Beberapa kota di Uni Soviet pun berhasil digulung Jerman. Namun, dengan adanya blunder yang dilakukan oleh Hitler sendiri, Tentara Merah berbalik menguasai medan dan berada pada posisi di atas angin.

Datangnya musim dingin yang hebat juga menguntungkan Tentara Uni Soviet yang lebih menguasai medan.

Impian Hitler menguasai Uni Soviet pun terkubur bersamaan dengan membekunya pasukan baja berikut alat-alat tempur yang dibanggakan Sang Fuhrer.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved