Risma Kembali Marah-marah, Kali Ini yang Jadi Sasaran Staf Dispenduk Capil Surabaya

Hingga menjelang Magrib 10 Juli 2018 ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masih tertahan di Gedung Siola.

Kontributor Surabaya, Achmad Faizal
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini 

TRIBUN-MEDAN.com - Hingga menjelang Magrib 10 Juli 2018 ini, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini masih tertahan di Gedung Siola. 

Bahkan dia mengambil alih layanan antrean ratusan warga yang mengurus KTP elektronik. 

Tidak saja mengambili dokumen, Risma juga meraih mikrofon untuk memanggili warga yang antre. Kemudian dia kembali mengecek dan melihat layanan di setiap loket layanan. 

Melihat semua loket layanan dicek Risma, seluruh staf menjadi ewuh pakewuh.

Apalagi Risma masih dengan nada tinggi meminta semua staf jangan mengabaikan layanan kepada masyarakat. 

"Kalian jangan melayani warga kita dengan banyak tanya. Nama, alamat, dan tanya yang tidak perlu. Bikin antrean lama. Kan sudah ada NIK atau barcode. Itu saja," tegas Risma yang suaranya sudah mulai serak.

Seperti yang dilansir SuryaMalang.com, Risma juga menemui warga sambil menanyai persoalan apa. 

Sebagian besar adalah mengurus KTP dan pembaruan KTP karena pindah alamat. 

Risma Teriak-teriak Lagi, Staf Dispenduk Capil Jadi Sasaran

Namun warga sudah antre sejak pukul 09.00 tidak dipanggil-panggil. 

Ny Ida, asal Patemon pindah ke Banyuurip. Sejak pukul 09.00 tiba di Gedung Siola mendapat nomor antrean 189. Namun hingga pukul 14.00 tadi baru nomor 111 yang dipanggil. 

"Bisa sampai malam ini," kata Ida. 

Risma pun tanggap. Perempuan ini berjalan dan ingin mengetahui sendiri persoalan warga. 

"Kenapa ini Pak KTP njenengan?" tanya Risma ke pemohon KTP.

Kemudian Risma mengangkat tangannya dan kembali meminta warga menyerahkan berkas kepada Risma.

Sumber: Surya
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved