News Video
Suasana Mencekam, Baku Tembak Terjadi Antara Teroris dan Densus 88, Lihat Videonya. .
Suara tembakan berkali-kali pecah di Jalan Kaliurang Km 9,3 Sleman, Yogyakarta, tepatnya depan warung sate seberang Polsek Nganglik
Kepala Bidang Humas Polda DIY, AKBP Yuliyanto, mengatakan, sejauh ini barang bukti yang diamankan berupa sebuah senjata api laras pendek dan lima senjata tajam.
"Saat ini semua aman," katanya.
AKBP Yuliyanto, mengungkapkan, tindakan tegas yang dilakukan polisi tersebut merupakan tindak lanjut dari penangkapan lima terduga teroris di Bantul dan Sleman, beberapa waktu lalu.
"Kami melakukan tindakan tegas karena semua melawan. Kami lihat tadi meninggal. Tetapi nanti tunggu keterangan medis saja. Saat ini terduga teroris dibawa ke RS Bhayangkara," kata AKBP Yuliyanto.
Geledah Kontrakan
Sebelum penembakan tiga teroris kemarin, pada Rabu (11/7), pukul 09.00, Ketua RT RT5, Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati, Sleman, Sumarjono, menjadi saksi saat Densus 88 menggeledah rumah kontrakan yang disewa SFH, istri, dan tiga anaknya.
SFH dikenal sebagai pedagang makanan yang baru beberapa bulan mengontrak di rumah itu.
Sumarjono menjelaskan, saat dirinya ikut Densus 88 ke rumah kontrakan tersebut, penghuninya sudah tidak ada di tempat.
"Rumah sudah kosong. Saya dapat informasi, Pak SFH, istri dan anak-anak dibawa polisi. Mereka ditangkap terpisah, ada yang di rumahnya, ada yang di jalan," ungkapnya.
Ketua RT yang baru dua tahun purna tugas dari kepolisian ini menyampaikan pengeledahan rumah kontrakan yang ditinggali SFH berlangsung kurang lebih satu jam.
"Semua diperiksa, sampai isi almari, di bawah tempat tidur juga. Kalau Yang dibawa ada satu kardus berisi buku dan dokumen, terus ada laptop, handphone," bebernya.
Tak hanya itu, menurutnya Densus 88 juga melakukan penyisiran di luar rumah kontrakan. Dari penyisiran di luar rumah, Densus menemukan beberapa senjata tajam.
"Ada pedang, pisau sangkur, busur dan anak panah, barang-barang itu ditemukan di luar rumah sebelah timur, saya melihat sendiri. Ada lagi yang dibawa itu satu mobil Kijang dan satu sepeda motor," tegasnya.
Sumarjono menjelaskan, SFH tinggal dirumah kontrakan sejak Februari 2018 lalu. Dia tinggal bersama istri dan ketiga anaknya.
"Pas izin mau tinggal di sini ya saya minta foto copy Kartu Keluarga (KK) dan KTP-nya. Semua sudah diserahkan ke saya," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/polisi-dan-teroris-baku-tembak-di-jogja_20180715_145416.jpg)