Dicopot dari Ketua DPD Golkar Sumut, Ngogesa Sitepu Melawan: Saya Bukan Kader Karbitan

Ngogesa Sitepu mempertanyakan keputusan DPP Golkar yang memecatnya sebagai Ketua DPD Golkar Sumut

Dicopot dari Ketua DPD Golkar Sumut, Ngogesa Sitepu Melawan: Saya Bukan Kader Karbitan
Facebook/Ngogesa Sitepu
Ngogesa Sitepu Bupati Kabupaten Langkat 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan 

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Ngogesa Sitepu mempertanyakan keputusan DPP Golkar yang memecatnya sebagai Ketua DPD Golkar Sumut. Dia menilai ada maksud politik dibalik pencopotannya.

Terlebih keputusan itu dilakukan secara mendadak. Ngogesa dicopot oleh DPP Golkar digantikan Ahmad Doli KurniaTanjung, diduga karena lambat menyiapkan nama-nama caleg hingga dua hari penutupan pendaftaran.

Pencopotan Ngogesa Sitepu tertuang dalam SK DPP Partai Golkarnomor 316/DPP/GOLKAR/VII/2018 tertanggal 14 Juli 2018 yang ditandatangani Ketua Umum Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk F Paulus. 

Dalam SK tersebut, Ahmad Doli Kurnia Tandjung ditugaskan untuk melakukan konsolidasi internal, bahkan revitalisasi kepengurusan jika dianggap perlu.

Ahmad Doli Kurnia juga diberikan wewenang untuk menandatangani dokumen atau berkas caleg tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk diserahkan ke KPU setempat.

Terkait SK, Ngogesa menyampaikan, bahwa alasan pencopotan, mengingat pengalaman selama kurang lebih 31 tahun bersama Golkar maka persoalan yang dipermasalahkan sangat tidak mendasar.

Dia tidak terima dengan keputusan tersebut, apalagi selama ini ia telah mengabdi bersama Golkar melalui setiap mekanisme, dari yang terbawah, hingga menjadi Ketua DPD Golkar Sumut. 

Ngogesa Sitepu dalam satu kesempatan bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar
Ngogesa Sitepu dalam satu kesempatan bersama Ketua Umum DPP Partai Golkar (TRIBUN MEDAN/HO)

"Saya ini bukan kader karbitan di Golkar, saya di Partai Golkar mulai dari anggota biasa sampai menjadi Ketua DPD Langkat bahkan dipercaya menakhodai DPD Partai Golkar Sumut melalui musda dan terpilih secara aklamasi. Jadi saya sangat paham mekanisme mengurusi partai, enggak harus dipecundangi seperti ini, sehingga kesannya ada politik dalam politik lagi," ujar Ngogesa, Senin (16/7/2018)

Kendati demikian, Ngogesa tak mau ambil pusing jika kemungkinan ada pembisik ke DPP. 

Halaman
123
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved