Breaking News:

KPK Sebut Napi Menyetor Uang Rp 500 Juta pada Kalapas hingga Tangisan Inneke Koesherawati

KPK) menyebut biaya narapidana (napi) untuk menyuap agar mendapat fasilitas tambahan di Lapas Sukamiskin

Penulis: Randy P.F Hutagaol | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribunnews/herudin
Terdakwa Direktur Utama Direktur Utama PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah didampingi istri Inneke Koesherawati bersiap menjalani sidang lanjutan kasus suap Bakamla di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (20/3/2017). 

Sabtu malam ini, KPK akan menggelar konferensi pers terkait hal ini.

Mengamankan Suami Artis Inneke Koesherawati

Selain menangkap Wahid Husen, Kalapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, tim KPK juga mengamankan napi kasus Korupsi, Fahmi Darmawansyah.

Fahmi merupakan suami dari artis Inneke Koesherawati.

Sebelum dipidana, dia menjabat Direktur Utama PT Merial Esa.

Pasalnya kamar tahanan Fahmi turut digeledah oleh KPK.

Saat ini Fahmi bersama lima orang lainnya menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, di Jakarta.

Dikabarkan pula, Inneke Koesherawati turut diperiksa sebagai saksi.

"Ya (Fahmi Darmawansyah ikut ditangkap),"  kata sumber penegak hukum di KPK saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (21/7/2018).

"Dia pemberi (ke Wahid Husen)," ujar sumber tersebut, dilansir TribunSolo.com dari Tribunnews.com.

Adapun Fahmi mendekam di Lapas Sukamiskin setelah‎ pada 24 Mei 2017  divonis dua tahun delapan bulan dan denda Rp150 juta subsider tiga bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Ia terbukti memberikan suap kepada pejabat Badan Keamanan Laut (Bakamla).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved