Breaking News:

KPK Sebut Napi Menyetor Uang Rp 500 Juta pada Kalapas hingga Tangisan Inneke Koesherawati

KPK) menyebut biaya narapidana (napi) untuk menyuap agar mendapat fasilitas tambahan di Lapas Sukamiskin

Penulis: Randy P.F Hutagaol | Editor: Randy P.F Hutagaol
Tribunnews/herudin
Terdakwa Direktur Utama Direktur Utama PT Merial Esa Fahmi Darmawansyah didampingi istri Inneke Koesherawati bersiap menjalani sidang lanjutan kasus suap Bakamla di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (20/3/2017). 

Pemberian uang itu dimaksudkan agar perusahaan Fahmi, PT Melati Technofo Indonesia, mendapat proyek di Bakamla tahun anggaran 2016.

Tangisan Inneke Koesherawati

Artis lawas Inneke Koesherawati diperiksa sebagai saksi di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), Jakarta, Sabtu (21/7/2018).

Ia menangis saat meninggalkan Gedung KPK, Sabtu (21/7/2018) malam.

Inneke meninggalkan Gedung KPK setelah selesai diperiksa oleh penyidik KPK atas dugaan suap yang dilakukan suaminya, Fahmi Darmawansyah, terhadap Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Wahid Husen.

Dengan mata yang berkaca-kaca, ia terus berjalan ke mobil Toyota Alphard B 15 TW yang sudah menunggunya. 

"Sudah ya, sudah ya," kata Inneke, saat diberondong pertanyaan oleh awak media, Sabtu malam, dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Sebelumnya, diberitakan TribunSolo.com, Inneke diamankan KPK di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.

Sementara suami Inneke, Fahmi, diamankan di Lapas Sukamiskin, Bandung.

Sejak Mei tahun 2017 Fahmi menghuni Lapas Sukamiskin narapidana kasus korupsi Badan Keamanan Laut (Bakamla). 

Kemarin KPK menetapkan suami Inneke itu  sebagai tersangka kasus suap terhadap Wahid Husen.

KPK menduga Fahmi sengaja menyuap Kalapas Sukamiskin Wahid Husen untuk mendapatkan fasilitas di sel dan kemudahan meninggalkan lapas.

KPK mengamankan uang total Rp 279.920.000 dan 1.410 dollar Amerika AS.

Selain itu, ada dua mobil Wahid yang diamankan KPK karena diduga terkait suap, yaitu Mistubishi Triton Exceed berwarna hitam dan Mitsubishi Pajero Sport Dakkar berwarna hitam. 

Tarif Sewa Kamar Hingga Rp 500 Juta  

KPK melakukan operasi tangkap tangan pada Jumat (20/7/2018) malam hingga Sabtu dini hari.

Adapun 4 orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus itu.

Keempatnya yakni Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husen, staf Kalapas Sukamiskin Hendry Saputra, narapidana kasus umum Andri Rahmat; dan pengusaha selaku narapidana kasus korupsi di Badan Keamanan Laut (Bakamla) Fahmi Darmawansyah.

Keempat tersangka tersebut rencananya akan ditahan selama 20 hari ke depan, sembari menanti kasus dilimpahkan ke pengadilan.

Satu di antara keempat tersangka, yakni Fahmi Darmansyah diketahui merupakan suami dari artis Koesherawati, keduanya menikah pada tahun 2004 silam.

Inneke Koesherawati mulai membina rumah tangga dengan Fahmi Darmawansyah sejak 2004.

Sebelum meminang Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah berstatus duda.

Fahmi sempat menikahi aktris terkenal, Yana Zein, pada 1993.

Fahmi Darmawansyah menjabat sebagai Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, saat ditangkap KPK dalam kasus korupsi Bakamla tahun 2016.

Baca Juga:

Yana Zein Pergi dengan Kepedihan, Benarkah 2 Putrinya Darah Daging Suami Inneke Koesherawati?

 Mafia Lapas Sukamiskin Juga Harus Ditumpas, Tak Hanya Inneke Koesherawati dan Suami Ditangkap

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan, tarif kamar berfasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat antara Rp 200 juta hingga Rp 500 juta.

Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menerangkan, tarif itu, berdasarkan informasi awal yang didapat KPK, yang sedang didalami oleh penyidik.

Berdasarkan hasil penyidikan KPK, kamar-kamar yang berada di Lapas Sukamiskin memiliki fasilitas yang berbeda-beda.

 

Fahmi Darmawansyah saat meninggalkan gedung KPK usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husen terkait fasilitas di sel Lapas Sukamiskin di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7/2018). KPK menemukan adanya uang sejumlah Rp 139.300.000 dari dalam sel lapas napi korupsi Fahmi Darmawansyah. Selain itu, ada sejumlah catatan terkait sumber uang. Tribunnews/Jeprima
Fahmi Darmawansyah saat meninggalkan gedung KPK usai ditetapkan sebagai tersangka dugaan suap terhadap Kalapas Sukamiskin Wahid Husen terkait fasilitas di sel Lapas Sukamiskin di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (21/7/2018). KPK menemukan adanya uang sejumlah Rp 139.300.000 dari dalam sel lapas napi korupsi Fahmi Darmawansyah. Selain itu, ada sejumlah catatan terkait sumber uang. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/JEPRIMA)

Setiap narapidana dapat menambah fasilitas di dalam kamarnya dengan memberikan sejumlah uang sesuai tarif yang ditetapkan.

Fasilitas-fasilitas yang bisa ditambahkan itu antara lain pendingin ruangan (AC), dispenser, televisi, kulkas, telepon seluler, hingga mendapatkan jam besuk lebih lama dibandingkan narapidana lain.

"Misalnya dia mau ditambah fasilitas harus dibayar," ujarnya.

Sebuah video yang ditampilkan saat konferensi pers, terlihat di dalam ruangan salah satu tersangka kasus bisnis kamar, Fahmi Darmawansyah.

Tampak ruangan diisi dengan pendingin udara, televisi hingga kulkas dan wastafel.

Baca: Fakta-fakta Inneke Koesherawati, Pernah Dulu Dijuluki Artis Film Panas hingga Ditangkap KPK

Di dalam kamar mandi, terlihat alat pemanas air.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang membenarkan perihal penambahan uang bagi narapidana yang ingin mendapatkan fasilitas tambahan di kamarnya tersebut.

Peran jual beli fasilitas di Lapas Sukamiskin ini, adalah seorang yang menghubungkan narapidana dengan Kepala Lapas Sukamiskin. Penghubung ini diduga seorang narapidana tindak pidana umum di Lapas Sukamiskin

"Mau nambah apa itu ada tambahan lagi, mau nambah ini, itu tambah lg. Itu ada penghubung menuju ke Kalapas, ada seseorang yg bs ke mana-mana, tapi statusnya terpidana biasa," tuturnya.

(Kompas.com/hsanuddin/ Tribun Solo/ Putradi Pamungkas/Tribunnews/Theresia Felisiani)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved