Gempa Lombok

Kopassus Diterjunkan Evakuasi 500 Pendaki yang Terjebak di Gunung Rinjani

''Mereka akan naik dari Sembalun, Kabupaten Lombok Timur menuju titik sasaran tempat para korban terjebak,'' ucapnya.

Editor: Tariden Turnip
Kopassus Diterjunkan Evakuasi 500 Pendaki yang Terjebak di Gunung Rinjani - pendaki-rinjani_20180730_142602.jpg
ANTARA/Ahmad Subaidi
Sejumlah wisatawan pendaki Gunung Rinjani berhasil turun saat terjadi gempa di pintu pendakian Bawaq Nau, Kecamatan Sembalun, Selong, Lombok Timur, NTB, Minggu (29/7/2018). Menurut data Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) saat ini masih terdapat 826 orang baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara yang terjebak dan menunggu arahan untuk bisa turun dengan aman sambil menunggu gempa susulan reda di pos Plawangan Sembalun.
Kopassus Diterjunkan Evakuasi 500 Pendaki yang Terjebak di Gunung Rinjani - gunung-rinjani_20180729_224144.jpg
facebook
Pendaki Gunung Rinjani berhamburan turun saat gempa menguncang Lombok, Minggu (29/7/2018)

TRIBUN-MEDAN.COM - Sekitar 500 pendaki dari mancanegara maupun nusantara masih terjebak di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat akibat gempa 6,4 Skala Richter yang mengguncang wilayah itu pada Minggu (29/7/2018) pagi.

Dandim 1615/Lombok Timur Letkol Inf Agus Setiandar di Lombok Timur, Senin, mengatakan berdasarkan laporan Danramil 1615-10/Sembalun Lettu Inf Abd Wahab, mereka terjebak di sekitar Danau Segara Anak karena jalan tertutup longsor.

Selain itu, sekitar 60 orang hingga saat ini masih berada di Ceper Pelawangan.

''Saat ini mereka masih di sana dan kondisi secara pasti belum diketahui, namun tadi pagi sudah ada tim evakuasi,'' katanya dikutip dari antaranews, Senin (30/7/2018).

Ia menuturkan sekitar pukul 08.00 Wita, personel gabungan TNI, Polisi, SAR, porter, dan paramedis melakukan pendakian penyelamatan korban, baik di Danau Segara Anak maupun Ceper Pelawangan.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan saat ini sekitar 140 personel Kopassus TNI AD dikerahkan dari Cijantung menuju Lombok.

Mereka, kata dia, membantu tim evakuasi yang sudah ada di lapangan.

''Mereka akan naik dari Sembalun, Kabupaten Lombok Timur menuju titik sasaran tempat para korban terjebak,'' ucapnya.

Ia mengatakan apabila para pendaki sudah ditemukan, maka paling lambat pada Selasa (31/7) sudah bisa dievakuasi dari Gunung Rinjani.

''Apabila korban bisa langsung ditemukan maka diperkirakan paling lambat besok (31/7) sore sudah selesai dilaksanakan evakuasi terlebih ada penambahan personel evakuasi dari Kopassus,''katanya.

Terpisah, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar menginstruksikan jajarannya  melakukan prioritas evakuasi bagi seluruh pendaki yang terjebak di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) saat gempa melanda tepat di koordinat 8,4 LS dan 116,5 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 47 km arah timur laut Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), Minggu (29/7) pagi sekitar pukul 05.47 WIB.

Hingga Senin (30/72018), upaya evakuasi terus dilakukan dengan melibatkan TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala), tim TNGR, dan pihak terkait lainnya.

"Sesaat setelah bencana, saya koordinasi terus dengan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) dan Dirjen Perubahan iklim. Bahkan bila perlu helikopter kita dipakai dulu untuk NTB, membantu evakuasi ataupun drop logistik bagi pendaki yang masih terjebak di dalam kawasan," kata Siti Nurbaya, Senin (30/7/2018).

Keluarga besar KLHK juga tengah berduka, karena mendapat kabar salah satu putra dari staf Balai Litbang LHK Makassar, bernama Muhammad Ainul Takzim, meninggal dunia akibat bencana tersebut.

"Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Saya juga mengucapkan rasa dukacita yang sedalam-dalamnya pada seluruh korban, dan juga masyarakat terdampak bencana. Semoga diberi kekuatan dan kesabaran," kata Siti.

Sumber:
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved