Rudi Guru Singa Tersangka Penebas Leher Siswi SMP Usai Dirudapaksa, Menyerahkan Diri

Usai sudah pelarian Rudi Guru Singa alias Bapak Ocid, warga Desa Bintang Meriah Dusun III Kecamatan Pancur Batu.

Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Ist
Rudi Guru Singa alias Bapak Ocid (30) yang tega memperkosa lalu menggorek leher sisiwi SMP 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Usai sudah pelarian Rudi Guru Singa alias Bapak Ocid, warga Desa Bintang Meriah Dusun III Kecamatan Pancur Batu.

Pelaku penganiayaan kejam terhadap KS alias Bunga dengan cara menebas leher korban, akhirnya menyerahkan diri pada Kamis (2/8/2018).

Sebelumnya setelah melakukan aksi kejam itu, pelaku sempat bersembunyi disuatu tempat.

Bahkan Tim Satreskrim Polsek Kutalimbaru sempat lakukan penyisiran ke Dusun III Timbang Lawan Tengah Desa Bintang Meriah.

Desa Rambung Baru Kecamatan Sibolangit dan Desa Sembahe untuk mencari keberadaan pelaku, serta membuat pelaku masuk dalam Target DPO Polsek Kutalimbaru.

Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu juga sempat mengimbau kepada keluarga pelaku termasuk isterinya Devi Br Ginting untuk mencari keberadaan tersangka, agar segera menyerahkan diri.

Karena apabila tidak ada niat baik maka tidak menutup kemungkinan akan diberikan tindakan tegas dan terukur.

Sorenya sekitar pukul 16.20 WIB, saat dihubungi via telepon seluler Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu mengatakan bahwa tersangka menyerahkan diri, setelah diimbau melalui pihak keluarga.

"Kita ultimatum kepada keluarganya agar menyerahkan tersangka. Karena kalau Polisi yang menangkap akan diberikan tindakan tegas terukur," kata Martualesi, Kamis (2/8/2018).

Ia menambahkan bahwa keluarga tersangka, akhirnya terdorong dan merasa iba dengan kondisi yang dialami oleh korban dan bersedia menyerahkan tersangka sekitar pukul 16.00 WIB tanpa adanya melakukan perlawanan.

"Saat ini kita masih dilapangan lakukan pengembangan, mencari barang bukti yang digunakan oleh tersangka untuk menganiaya korban, mohon doanya," pungkas Martualesi.

Menurut Martualesi Sitepu mengatakan kalau pelaku sehari-hari bekerja sebagai tukang jagal hewan dan penarik becak.

"Diduga kuat yang bersangkutan telah melakukan pemerkosaan terhadap korban. Namun karena korban meronta, pelaku kemudian kalap lalu menebas leher korban. Sepertinya dia mengidap kelainan (jiwa)," kata Martualesi yang dihubungi Tribun-Medan.com via ponsel, Rabu (1/8/2018).

KS sebut saja namanya Bunga perempuan berusia 13, yang masih duduk di kelas 1 SMP warga Dusun IV Desa Sugau Kecamatan Pancur Batu tersebut.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved