Murid Trauma ke Sekolah Dipukul Guru, Dewan Surati Wali Kota Binjai untuk RDP
Murid-murid SDN 020252 Binjai Barat trauma ke sekolah karena ulah dugaan kekerasan yang dilakukan oknum guru
Penulis: Dedy Kurniawan |
Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan
TRIBUN-MEDAN.com, BINJAI - Murid-murid SDN 020252 Binjai Barat trauma ke sekolah karena ulah dugaan kekerasan yang dilakukan oknum guru IPA berinisial S.
Kejadian ini menjadi perhatian publik setelah dilaporkan oleh para wali murid ke Komisi C DPRD Kota Binjai.
Ketua Komisi C, Irfan Asriandi dengan tegas mengatakan bahwa aduan para wali murid menjadi perhatian khusus pihaknya.
Setelah menerima dengan hangat keluhan para wali murid, Komisi C telah melayangkan surat yang ditujukan kepada Wali Kota Binjai, Muhammad Idaham untuk hadir dalam RDP pada Senin mendatang.
"Sudah kita surati untuk RDP pada Senin (6/8/2018) pukul 10 30 WIB di Kantor DPRD Binjai Sementara, Ovani Waterpark Binjai. Sesuai dengan agenda kerja Komisi C DPRD Kota Binjai, akan mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Pendidikan, Kepala Sekolah SDN 020252 Binjai Barat, dan guru SDN 020252 Binjai Barat yang diduga melakukan kekerasan terhadap siswa," kata Irfan Asriandi, Jumat (3/8/2018).
"Saat ini masih satu belah pihak, jadi nanti di RDP kita minta ke Kadisnya untuk memberi sanksi tegas kepada oknum guru, sehingga ada efek guru kepada oknum-oknum guru se-Kota Binjai. Itu kembali ke Pemko dan Dinasnya, ada Permendikbud No 10 Tahun 2018 sudah diatur" jelasnya.
Lanjut, dijelaskan Irfan Asriandi bahwa informasi dari lapangan yang mereka temui dari masyarakat bahwa oknum guru S memang sering melakukan kekerasan berlebihan terhadap murid-muridnya.
Tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya, selain dua murid laki-laki dan murid perempuan yang telah mengadu ke Komisi C DPRD Kota Binjai.
"Informasi yang kita temukan di lapangan memang guru terkait sering melampaui melakukan kekerasan terhadap siswa," kata Irfan.
Terkait, Kabid Dinas Pendidikan yang terkesan menutupi kasus ini, membela Kepsek SDN dan oknum guru S, Irfan menganggap hal wajar karena antar atasan dan bawahan.
"Nanti akan kita kroscek pas RDP, mau dia klarifikasi itu biasa namanya bawahannya, ya pasti dibelanya. Adanya kasus ini mereka mungkin sudah panik, makanya beda-beda keterangan Kadis dan Kabid. Namanya memang salah, pengakuan murid-murid dipukul pada bagain kepala oleh oknum yang sama," katanya.
Sebelumnya, Kabid Dinas Pendidikan, Lina Ginting ketika dikonfirmasi membantah soal pengaduan dugaan penganiayaan murid SD yang dilaporkan para wali murid ke Komisi C DPRD Binjai. Bahkan Lina terkesan melindungi oknum guru dimaksud.
"Gak ada dipukuli gurunya, akh. Gak usah kalian besar-besarkan itu. Gak ada itu, gak usah dibesar-besarkan. Aku kan sudah ke situ, lihat muridnya, Kepala Sekolahnya. Dan melihat anak itu ada gejala sakit demam berdarah. Cuma ditariknya hidungnya," katanya terkesan membela pihak sekolah dan oknum guru.
Lina seakan benar-benar membela. Ditanyai apakah ketiga murid yang dimaksudnya alami gejala demam berdarah, ia berdalih agar menanyakan kepada 29 murid lainnya, jangan hanya tiga murid saja.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kekerasan-terhadap-anak_20170708_123206.jpg)