Vespa Kita Bersaudara Ingin Mengubah Paradigma Negatif Komunitasnya
Vespa Kita Bersaudara ngin merubah paradigma masyarakat terhadap anak vespa
Yang penting, sambungnya, peserta touring tau kondisi yang bakal dituju.
Tiap peserta harus membawa bekal sendiri, termasuk bahan bakar.
Sebab, tujuan touring biasanya ke desa-desa yang sangat jarang memiliki stasiun pengisian bahan bakar.
"Obat-obatan dan bekal lainnya juga harus dibawa sendiri.
Jadi lebih teratur selama perjalanan," katanya. Namun, sambung Mamat, ketika touring kemarin, sempat terjadi kendala.
Baca: Becak Vespa Meraja di Kota Padangsidimpuan, Ini Sejarahnya
Anggota komunitas Vespa Kita Bersaudara hanya belasan orang saja yang ikut.
Sebab, kata Mamat, ternyata komunitas vespa lainnya tengah mengadakan kegiatan di waktu yang sama.
"Ya, tapi tetap jalan kok kegiatannya," terang Mamat. Ketika disinggung kenapa dirinya begitu mencintai vespa, Mamat mengaku bahwa kendaraan ini tergolong antik.
Kemudian, lanjutnya, vespa memiliki nilai seni tinggi, dan kecintaannya terhadap vespa sudah mendarah daging.
"Vespa ini bisa buat hati kita senang. Kemudian, perawatannya tidak terlalu sulit.
Yang penting, kita harus rutin melakukan pengecekan dan sering dibawa jalan," katanya.
Jika vespa dibiarkan saja terparkir di rumah, katanya, maka kendaraan itu bisa saja ngambek.
"Dengan hadirnya komunitas ini, kami berharap masyarakat bisa lebih mengenal dekat komunitas vespa.
Kemudian, secara perlahan, paradigma negatif masyarakat terhadap anak vespa bisa hilang," katanya.
Bagi Anda yang merasa penasaran dengan komunitas ini bisa mencari taunya di akun instagram vespakitabersaudara.
Di sana, rasa penasaran Anda terhadap vespa mungkin bisa terjawab.(cr18)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/vespa-kita-bersaudara_20180805_210858.jpg)