Pertumbuhan Ekonomi Sumut Paling Besar Disumbang Jasa Usaha Pendidikan 8,94 Persen
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, bahwa ekonomi di Sumatera Utara mengalami peningkatan pertumbuhan
Penulis: M.Andimaz Kahfi |
Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, bahwa ekonomi di Sumatera Utara mengalami peningkatan pertumbuhan menjadi 5,02 persen.
Pertumbuhan ini terlihat pada Semester 1 2018.
Pertumbuhan ekonomi diukur lewat kenaikan produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga konstan tahun 2010.
BPS mencatat, bahwa lapangan usaha di Sumut juga mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi secara nasional naik sebesar 5,17 persen dalam periode yang sama.
Berdasarkan PDRB atas dasar harga berlaku pada Semester I-2018 secara nominal, perekonomian Sumut yang diukur mencapai Rp359,71 triliun.
Sedangkan berdasarkan harga konstan 2010, mencapai Rp250,83 triliun. Pertumbuhan paling besar adalah pada jasa usaha pendidikan.
Plh Kabid Neraca BPS Sumut Sabar Harianja mengatakan pada usaha jasa pendidikan terjadi pertumbuhan sebesar 8,94 persen.
Diikuti informasi dan komunikasi sebesar 8,29 persen dan jasa perusahaan sebesar 8,01 persen.
"Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen pengeluaran konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang tumbuh sebesar 9,09 persen," kata Sabar Harianja, Selasa (7/8/2018).
Lanjut, dari sisi pendekatan produksi, perekonomian Sumut pada semester 1 2018 masih didominasi oleh tiga lapangan usaha utama. Yakni pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 21,09 persen, industri pengolahan 20,28 persen.
Serta perdagangan besar-eceran, reparasi mobil-sepedamotor 18,36 persen. Peranan ketiga lapangan usaha tersebut mencapai 59,73 persen terhadap total PDRB Sumut.
Dari sisi pengeluaran, Harianja menjelaskan ekonomi Sumut Semeter I-2018 yang tumbuh 5,02 persen dibanding Semester I-2017, terjadi pertumbuhan positif.
Beberapa komponen pengeluaran diantaranya pengeluaran konsumsi LNPRT 9,09 persen, pembentukan modal tetap bruto 7,17 persen, konsumsi rumah tangga 5,81 persen, dan konsumsi pemerintah 5,72 persen.
Sedangkan aktivitas permintaan akhir masih didominasi oleh kelompok pengeluaran konsumsi rumah tangga sebesar 53,92 persen.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pulau-ni_20180628_172019.jpg)