Pileg 2019
Pernah Kalah pada 2014, Ibu-ibu Ini Bertarung Lagi Jadi Caleg 2019
Dulu saya masih pemula, belum menguasai medan, namun saya mendapatkan hasil yang lumayan di peringkat empat besar.
Laporan Wartawan Tribun-Medan, Fatah Baginda Gorby
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengalaman pahit pada pemilihan caleg di 2014 lalu,ternyata tak membuat para ibu ini patah arang.
Seperti halnya Susi Merry Junita Sinaga, caleg Partai Golkar dari Dapil Sumut 11 untuk DPRD tingkat 1 ini memutuskan untuk terjun lagi ke dalam politik.
"Dulu saya masih pemula, belum menguasai medan, namun saya mendapatkan hasil yang lumayan di peringkat empat besar," katanya kepada tribun-medan.com,Rabu (7/8/2018).
Menurut anggota Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) ini pada 2019 ia "naik kelas" ke pemilihan Anggota DPRD Tingkat I yang sebelumnya DPRD tingkat II.
"Dulu saya dikalahkan dengan kaum pria dan saingannya hebat-hebat, nah sekarang saya naik kelas di tingkat satu yang sainggannya juga para pemain lama, anak ketua partai juga ada," katanya.
Susi bercerita serangkaian pengalaman pahit yang pernah dialaminya tatkala menjadi caleg.
"Dulu waktu saya nyaleg karena sebagai ibu rumah tangga anak-anak kurang perhatian, kemudian belum lagi cost politics yang tinggi," ujarnya.
Namun Susi menegaskan ia mendapatkan ilham untuk tetap memperjuangkan posisi kaum perempuan dari organisasi yang dijalaninya, yakni Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sumut.
"Saya didorong dan terinspirasi dari Ketua saya yakni Bu Kemalawati, yang juga mantan Anggota DPRD," ungkapnya.
Pemilik akun isntagram @suaisinaga itu juga mengaku dirinya concern memperjuangkan posisi perempuan di politik. Baginya kaum hawa tidak hanya sebagai seorang ibu rumah tangga dan pendidim bagi anak-anak, namun juga pejuang atas nasib gendernya.
Peraturan KPU tentang kuota wanita sebanyak 30 persen itu,kata Susi seharusnya tak menjadi asas formalitas belaka.
"Tapi di sini kita harus membuktikan terpilihnya wanita yang juga 30 persen di parlemen. Jangan sewaktu caleg saja 30 persen, waktu terpilih nanti tetap bapak-bapak yang dominan," katanya berseloroh.
Ia juga menekankan pada partai politik sudah saatnya pengkaderan untuk kaum perempuan.