Siska Susanti Calon Paskibraka Sergai Meninggal Dunia, Begini Kronologinya

Jumat (10/8/2018) dini hari sekitar pukul 02.00, panitia menolong teman di sebelah Siska nya yang mengalami demam.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Tariden Turnip
facebook
Calon anggota Paskibraka Sergai Siska Susanti meninggal dunia saat di Asrama 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,SEIRAMPAH - Tim Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Serdangbedagai tidak melakukan perubahan formasi pascameninggalnya, Siska Susanti (18) pada Jum,at, (10/8/2018).

Siska merupakan perwakilan dari Kecamatan Perbaungan, siswi Madrasah Alwasliyah Perbaungan.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Serdangbedagai, Samsudin Tarigan mengatakan formasi tidak mungkin diubah karena waktu sudah dekat.

Disebut kalau tim Paskibraka sangat kehilangan kepergiannya.

Almarhumah merupakan satu di antara 20 perempuan yang masuk di tim Paskibraka Sergai.

" Jumlah anggota Paskibraka kita itu sebenarnya ada 45 orang. Sekarang jumlahnya tinggal 44 orang lah. Dia meninggalnya Jum,at lalu, jadi karena waktunya sudah mepet tidak bisa lagi dirubah formasinya. Ya dikosongkan terakhirnya,"ujar Samsudin, Selasa (14/8/2018).

Ia menjelaskan kronologi meninggalnya Siska.

Siska tinggal di asrama bersama yang lainnya di mes PTPN Pamela.

Siska Susanti semasa hidup
Siska Susanti semasa hidup (ist)

Saat itu, Jumat (10/8/2018) dini hari sekitar pukul 02.00, panitia menolong teman di sebelah Siska nya yang mengalami demam.

Tiba-tiba Siska juga mengalami sesak nafas dan sempat ke kamar mandi.

"Sekitar jam dua malam saat itu sesak nafasnya tiba-tiba. Saat itu panitia sedang mengkonpres teman di sebelahnya yang demam. Itulah saat itu dia sempat ke kamar mandi dan langsung tidur miring. Ditanya kenapa miring tidurnya sesak nafasnya. Sempat diberi oksigen dan dilarikan ke Puskesmas. Tapi di Puskesmas sudah enggak ada," kata Samsudin.

Siska (dilingkari) saat berlatih bersama temannya
Siska (dilingkari) saat berlatih bersama temannya anggota Pramuka (facebook)

Ia menambahkan pada hari pertama masuk Asrama, Siska memberikan penjelasan dan tunjuk tangan kepada panitia bahwasanya ia punya penyakit asam lambung. Karena hal itu kemudian makanan untuknya pun dibedakan dari temannya, ia mengaku tidak dapat memakan yang pedas-pedas. 

" Yang jelas tidak ada penganiayaan atau kontak fisik. Ya biasalah kalau pas latihan ya paling ada disuruh push up, itukan biasa. Ya takut salah paham keluarganya saat itu teman-temannya semua termasuk pelatih dari TNI/Polri juga ikut menjelaskan di rumahnya," kata Samsudin.

Ia mengatakan rekan-rekan Siska termasuk juga pelatih ikut mengantarkan jenazah Siska ke rumah duka di Kelurahan Tualang Kecamatan Perbaungan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved