News Video
Manahara Siahaan Minta Gedung GKPI Center tak Dipergunakan
Pimpinan Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) diminta untuk tidak menggunakan Gedung GKPI Center Pematangsiantar
Laporan Wartawan Tribun Medan / Sofyan Akbar
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pimpinan Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) diminta untuk tidak menggunakan Gedung GKPI Center Pematangsiantar.
Permintaan ini diucapkan Ketua Panitia Pembangunan Gedung GKPI Center Manahara R Siahaan. Ia menduga kondisi bangunan sudah mengkhawatirkan dan berbahaya jika dipergunakan.
Manahara juga sudah melaporkan ini ke Polres Pematangsiantar.
Gedung GKPI Center dibangun berdasarkan kesepakatan para sinode dalam perayaan Jubileum GKPI Ke-50 tahun 2014.
Pada Oktober 2015, progres pembangunan Gedung GKPI Center telah mencapai 70 persen dan pernah digunakan untuk kegiatan Sinode Am Periode XX pada 29 September hingga 4 Oktober 2015 yang melahirkan kepemimpinan baru.
Video wawancara dengan Manahara R Siahaan;
Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV
Baca: Pertamina Gandeng BRI Ciptakan Digitalisasi, Kinerja dan Kualitas Pelayanan SPBU di Sumut
Baca: Bocah Ini Hanya Cengengesan, Habiskan Uang Ibunya Rp 4,3 Juta Belanja Online
Baca: Ratusan Orang Tua Enggan Anaknya Divaksinasi Rubella, Dinas Kesehatan Akui Kelabakan
Baca: Tuntut Pembayaran Insentif, Pengemudi Gojek Curhat ke Wakil Rakyat
Namun pihaknya tidak mendapatkan kepastian dari kepemimpinan Sinode GKPI yang baru mengenai kelanjutan pembangunan gedung tersebut sehingga terbengkalai sekitar dua tahun.
Pada Oktober 2017, katanya, pihaknya baru dihubungi kembali untuk membicarakan kelanjutan pembangunan Gedung GKPI Center.
Pihaknya menyetujui melanjutkan pembangunan tersebut dengan syarat adanya audit mengenai pendanaan melalui auditor independen.
Audit tersebut, katanya, dinilai perlu karena ada penggunaan material yang tidak tepat dalam gedung tersebut dan struktur gedung yang tidak sesuai dengan gambar rencana kerja.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional (Gapeknas) itu mencontohkan konstruksi "kuda-kuda" dan menara yang berbeda dengan rencana yang disiapkan sejak awal.
"Majelis Sinode minta pembangunannya dilanjutkan, tapi kami minta diaudit dulu" katanya.
Dengan kondisi pembangunan yang terbengkalai selama dua tahun lebih, pihaknya mengaku khawatir dengan kondisi Gedung GKPI Center karena dapat menimbulkan kerawanan.
Disebabkan terbengkalai cukup lama dan tidak ada perbaikan sama sekali, pihaknya menilai adanya proses "korosi" atau pengaratan pada konstruksi baja Gedung GKPI Center.
(akb/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ketua-panitia-pembangunan-gedung-gkpi-center-manahara-r-siahaan_20180815_175625.jpg)