Ini Sosok Operator SPBU Yang Dianiaya Oknum TNI dan Viral di Medsos, Mengaku Masih Trauma

Ia menyebut belum bisa melupakan bagaimana kejadian penganiayaan itu dilakukan dan akhirnya viral di media sosial.

Penulis: Indra Gunawan |
TRIBUN MEDAN/HO
Anggi Dwi Octhami Gultom (24) Operator SPBU 14. 203.155 Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara. 

Laporan wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM - Anggi Dwi Octhami Gultom (24) Operator SPBU 14. 203.155 Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara yang dianiaya  oknum anggota TNI yang datang ke SPBU untuk mengisi bahan bakar sepeda motor dinas, mengaku masih trauma akan kejadian penganiayaan.

Ia menyebut belum bisa melupakan bagaimana kejadian penganiayaan itu dilakukan dan akhirnya viral di media sosial.

Baca: Ulik Fakta Oknum TNI yang Memukuli Operator SPBU, Video Kronologi hingga Sikap Kapendam

Baca: Operator SPBU yang Dianiaya Oknum TNI Ternyata Anak Tentara

Kolase Oknum TNI Pukul Petugas SPBU
Kolase Oknum TNI Pukul Petugas SPBU (Tribun Medan)

Disebut kalau kejadiannya terjadi pada Rabu, (22/8) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu ia sedang bekerja seperti biasanya. Sudah tiga tahun lamanya ia bekerja di SPBU ini.

"Ya masih traumalah bang terus terang. Dia (oknum TNI) laki-laki aku perempuan tapi bisa seperti itu dia sama aku. Ya macam jantungan juga kurasa saat kejadian itu. Karena aku enggak pernah diperlakukan seperti itu selama ini sama keluarga,"ujar Anggi Senin, (27/8/2018).

Tribun mewawancarai Anggi melalui telepon selulernya. Awalnya Tribun sempat mencarinya di lokasi kerjanya namun saat itu pihak SPBU pun mengatakan kalau Anggi sedang sakit. Saat ditanyai soal kondisinya Anggi pun membenarkan kalau diriny sedang sakit.

"Ia bang aku enggak enak badan hari ini. Kalau besok (Selasa) sudah masuk kerja. Baru satu hari saja tidak masuk,"kata Anggi yang merupakan warga Gang Rasmi Desa Bangun Sari.

Anak kedua dari enam bersaudara ini menyebut karena usulan keluarganya yang tidak terima makanya selanjutnya kasus ini ia laporkan ke Pom Medan.

Ia berharap agar kasus ini dapat ditindaklanjuti dengan adanya pemberian sanksi tegas terhadap yang bersangkutan.

"Akupun anak Tentara bang. Bapakku terakhir tugas di Armed Delitua. Tahun 2007 bapak ku meninggal karena kecelakaan bang," katanya.

Diberitakan sebelumnya Operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.203.155 bernama Anggi yang sempat dianiaya oknum TNI akhirnya melapor ke Polisi Militer (POM).

Korban melapor didampingi pihak keluarganya. Demikian disampaikan Pengawas SPBU, Jonson Sitorus.

Kata Jonson, laporan itu dibuat karena korban tidak terima telah dilecehkan di depan umum.

"Namanya dipukul, tentu keluarga tidak terima lah. Makanya dilaporkan ke POM," kata Jonson, Jumat (24/8/2018).

Video penganiayaan Anggi yang dilakukan oknum TNI di Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang viral di media sosial.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved