Bisa Pilih Sendiri, Wisata Petik Strawberry Rini Colia Juga Menyediakan Olahan Lain

terdapat banyak pilihan tempat yang bisa mereka datangi. Seperti wisata belanja, theme park, sampai agro wisata.

Penulis: Muhammad Nasrul |
TRIBUN MEDAN/M Nasrul
Pengunjung memetik sendiri strawberry yang ada di lokasi wisata Petik strawberry Rini Colia,yang terletak di Desa Tongkoh, Berastagi, Kamis (30/8/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Muhammad Nasrul

TRIBUN-MEDAN.COM, BERASTAGI - Kota Berastagi, sejak lama memang dikenal memiliki banyak tempat wisata.

Sehingga kota yang terletak di dataran tinggi Kabupaten Karo ini, selalu dikunjungi wisatawan ramai baik di akhir pekan, dan hari besar lainnya.

Bagi para wisatawan yang datang ke sana, terdapat banyak pilihan tempat yang bisa mereka datangi. Seperti wisata belanja, theme park, sampai agrowisata.

Salah satu agro wisata yang banyak dijumpai adalah, petik strawberry. Seperti wisata petik strawberry Rini Colia. Di lokasi tersebut, pengunjung dapat memilih dan memetik sendiri strawberry dari pohonnya. 

Bagi para pelancong yang ingin memetik langsung strawberry di tempat tersebut, dapat langsung datang ke Desa Tongkoh, Berastagi. Jika wisatawan datang dari Kota Medan, langsung saja mengambil jalur ke Jalan Deleng Singkut, tepatnya sebelum kebun bunga Pelawi.

Pemilik petik strawberry Rini Colia Rimbun Sari Boru Sitepu, mengungkapkan awalnya mereka hanya mencoba memanfaatkan lahan yang mereka miliki.

"Awalnya coba-coba tanam saja ini, pertama kami nanam jeruk, terus sayuran, terakhir strawberry ini lah, tapi banyak pula pengunjung," ujar Rimbun saat ditemui, Kamis (30/8/2018).

Ia menyebutkan, agro wisata yang dikelola bersama keluarganya itu sudah berjalan selama sembilan tahun. Dan lahan seluas 5000 meter persegi itu, buka setiap hari mulai dari pukul 08.00 WIB, hingga pukul 18.00 WIB.

"Kita tiap hari buka, tapi memang ramainya itu setiap hari sabtu, minggu, sama hari besar lah," katanya.

Untuk biaya masuk sendiri, pengunjung tidak dipungut uang. Namun, pengunjung harus menimbang berapa banyak buah yang dipetik. Dan dari timbangan buah, nantinya akan ditentukan berapa banyak uang yang harus mereka keluarkan.

"Gak ada biaya masuknya bang, yang dipetik itu lah nantinya kita timbang. Kalau satu kilo 80 ribu rupiah," ucapnya.

Di lokasi tersebut, juga terdapat tanaman jeruk madu yang juga bisa dipetik langsung oleh wisatawan. Sedangkan untuk harga jeruk sendiri, menyesuaikan dengan harga di pasar.

Wanita yang akrab disapa mamak Indra itu mengatakan, wisatawan yang hanya ingin membeli Strawberry juga tersedia yang sudah dipetik dan dikemas.

"Seperti yang di atas itu, mereka beli yang sudah dikemas sambil minum teh di atas, itu juga bisa," ungkapnya.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved